FKSS Kota Bandung Ungkapkan Tidak Semua Siswa KETM Dapat Bersekolah di Swasta

(TEROPONG INDONESIA)-, Riki Suryadi S.H, M.Si resmi dilantik oleh Ade D. Hendriana S.H, Ketua Umum Forum Kepala Sekolah SMA Swasta / FKSS Jawa Barat, sebagai Ketua FKSS Kota Bandung Tahun 2024-2028.

Riki Suryadi S.H, M.Si, Ketua FKSS Kota Bandung Tahun 2024-2028 menyampaikan FKSS di Kota Bandung merupakan organisasi cikal bakal berdirinya FKSS Jawa Barat. “Sehingga kalau para kepala sekolah kembali masuk menjadi anggota / pengurus FKSS Kota Bandung itu artinya kembali ke rumah sendiri,”ucapnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online Koran SINAR PAGI di ruang kerjanya (1/7/2024)

Menurutnya saat ini peran FKSS di Jawa Barat sangat membantu atau menjadi penghubung untuk berkomunikasi para kepala sekolah swasta mensukeskan program Dinas Pendidikan.

Saat ditanya Koran SINAR PAGI perihal penerimaan siswa baru limpahan dari pendaftar di sekolah negeri yang daftar ke sekolah swasta?… Riky Suryadi S.H, M.Si menjawab para siswa yang daftar ke sekolah negeri di tahap I, khususnya jalur KETM atau keluarga ekonomi tidak mampu, namun tidak diterima. Mereka tidak semuanya akan diterima di sekolah swasta, karena ada SMA Swasta yang tidak menerima dana bantuan oprasional dari pemerintah atau bahkan memerlukan biaya yang lebih tinggi untuk progam pendidikan di sekolahnya.

Untuk mendukung suksesnya PPDB di sekolah swasta, FKSS Kota Bandung berharap sekolah-sekolah negeri dapat berkontribusi mendukung sekolah swasta dengan mempromosikan sekolah swasta yang ada di wilayah terdekat. Misalnya dengan pemasangan spanduk, brosur atau informasi langsung dari panitia PPDB di sekolah negeri, perihal adanya pilihan untuk melanjutkan ke sekolah-sekolah swasta terdekat.

Sedangkan perihal siswa di SMA swasta yang berpindah ke sekolah negeri saat awal tahun ajaran yang sempat terjadi di tahun-tahun sebelumnya, hal itu sangat disayangkan jika terjadi di tahun ini.

“Padahal siswanya sudah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah / MPLS dan dimasukan data ke dapodik, namun tiba-tiba pindah ke sekolah negeri,”katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *