TEROPONG INDONESIA-, Bulan Suci Ramadan merupakan bulan mulia yang dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Sebab, di dalam bulan suci ini banyak manfaat yang dapat diraih oleh setiap individu yang menjalankannya, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun fisik.
“Pertama, manfaat kejiwaan atau spiritual (fa’idah ruhiyyah) dimana kita melakukan pembiasaan diri untuk bersikap sabar dan menahan hawa nafsu. Hal ini penting karena semua manusia mempunyai nafsu, dan nafsu akan membawa manusia untuk melakukan perbuatan yang buruk (innannafsa la ammaratun bis su’). Keshalihan manusia, kebaikan manusia, tergantung dari kemampuannya untuk mengendalikan nafsu, dan puasa adalah salah satu cara yang efektif untuk mengendalikannya,” imbuh Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada acara Tarhib Ramadan 1445 H/2024 M Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Auditorium Setwapres, Jl. Kebon Sirih, Nomor 14, Jakarta, Kamis (07/03/2024).
Lebih lanjut Wapres menyampaikan, selain sisi spiritual, Ramadan juga memiliki manfaat untuk lingkungan sosial.
“Kedua, manfaat sosial kemasyarakatan (fa’idah ijtima’iyyah) dimana kita melakukan pembiasaan diri untuk bersikap tertib, disiplin, dan setara dengan umat yang lain tanpa melihat status sosial masyarakat,” ungkap Wapres.
Melalui kesetaraan ini, tambah Wapres, maka manfaat Ramadan tidak hanya dirasakan umat Muslim saja, tapi juga oleh seluruh elemen masyarakat.
“ketiga, manfaat kesehatan (fa’idah shihhiyyah) di mana kita melakukan pembiasaan diri untuk membersihkan organ-organ pencernaan. Selain itu, Ramadan juga merupakan madrasah bagi umat Islam untuk melakukan tarbiyyatun nafs (pendidikan diri) dalam rangka tazkiyyatun nafs (penyucian jiwa) dan tashfiyatun nafs (pemurnian jiwa),” tutur Wapres.
Melalui tiga manfaat ini, Wapres pun mengajak kepada seluruh umat Islam dan peserta Tarhib Ramadan Setwapres untuk memanfaatkan seoptimal mungkin manfaat Ramadan melalui persiapan fisik dan mental yang baik, agar seluruh keberkahan dapat diraih dengan maksimal.
“Persiapan fisik maupun mental perlu dilakukan umat islam dalam menyambut bulan Ramadan, karena umat islam akan berpuasa dan mengoptimalkan ibadah kepada Allah SWT. Persiapan mental dilakukan dengan menyucikan niat bahwa ibadah kita semata-mata untuk menjadi insan yang bertakwa, la’allakum tattaqun,” pungkas Wapres.
Selain itu menurutnya berhubung bangsa Indonesia baru saja melewati gelaran pesta demokrasi Pemilu 2024. Dengan banyaknya kontestan pemilu dan masyarakat yang memilih, perbedaan pun menjadi sebuah keniscayaan. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan retaknya tali persaudaraan antarumat muslim, antarmanusia, maupun antarbangsa. Oleh karena itu, momen mempererat rasa persaudaraan harus terus dimanfaatkan dengan baik, salah satunya pada bulan Ramadan.
“Ramadan selalu menjadi momen yang pas untuk mempererat silaturahim kita, memperkokoh ukhuwah Islamiyah (persaudaraan antar umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan antarsesama), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia),” tuturnya
Lebih lanjut Wapres menyampaikan, ukhuwah menjadi penting sebab merupakan modal utama dalam merajut persatuan yang akan membawa kemajuan bagi bangsa.
“Kuatnya tali persaudaraan menjadi modal yang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia untuk terus bergerak maju, menghadapi aneka tantangan dan persoalan di antara beragam ketidakpastian,” imbuh Wapres.





