Berita  

Reses Anita Fajarianti di Limus Nunggal, Warga Sampaikan Aspirasi Penerangan Jalan, Kesehatan hingga Persoalan Desil

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Anggota DPRD Kota Sukabumi, Anita Fajarianti, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang ke-1 Tahun Sidang 2026–2027 di wilayah Kelurahan Limus Nunggal. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, serta kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan menjadi perhatian, di antaranya penerangan Jalan Lingkar Selatan, pelayanan kesehatan, serta persoalan desil yang berkaitan dengan pendataan dan penentuan kelompok kesejahteraan masyarakat.

Terkait penerangan jalan, warga menyampaikan bahwa meskipun pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) sudah dilakukan di sejumlah titik, hingga kini lampu tersebut belum menyala. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena penerangan jalan sangat dibutuhkan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.

Selain itu, warga juga mempertanyakan tindak lanjut program Gerebeg Desil. Masyarakat berharap melalui program tersebut, proses pendataan dan pembaruan desil dapat berjalan lebih cepat sehingga warga memperoleh kejelasan mengenai status kesejahteraannya.

Di bidang kesehatan, masyarakat mengapresiasi keberadaan Klinik Pratama Waluya Sejati Abadi yang dinilai telah memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan warga di daerah pemilihan (dapil).

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anita Fajarianti menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban sekaligus kesempatan penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat.

“Reses ini bukan sekadar kegiatan bertemu masyarakat, tetapi menjadi ruang bagi kami untuk mendengarkan secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan warga. Setiap aspirasi yang disampaikan tentu menjadi perhatian dan akan kami perjuangkan sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku,” ujar Anita.

Terkait persoalan PJU di Jalan Lingkar Selatan, Anita menegaskan bahwa pemasangan fasilitas penerangan harus diikuti dengan memastikan lampu benar-benar berfungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kalau infrastrukturnya sudah dipasang, tentu harapan masyarakat adalah lampunya bisa segera menyala. Karena penerangan jalan sangat penting untuk keselamatan, keamanan, dan kenyamanan warga. Persoalan ini akan kami koordinasikan dengan instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Mengenai persoalan desil, Anita memahami bahwa masyarakat membutuhkan kepastian terkait proses pendataan dan pembaruan data kesejahteraan.

“Kami memahami keresahan masyarakat yang ingin mengetahui status desilnya. Harapannya, melalui program Gerebeg Desil, proses verifikasi dan pembaruan data bisa semakin baik, tepat sasaran, serta memberikan kejelasan kepada masyarakat. Warga juga perlu mendapatkan informasi yang transparan mengenai mekanisme dan tahapan prosesnya,” tambah Anita.

Sementara terkait pelayanan kesehatan, Anita turut mengapresiasi keberadaan Klinik Pratama Waluya Sejati Abadi yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, keberadaan Klinik Pratama Waluya Sejati Abadi menjadi salah satu fasilitas yang membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Kami berharap pelayanan seperti ini terus ditingkatkan agar masyarakat semakin mudah memperoleh akses kesehatan yang layak dan berkualitas,” tuturnya.

Anita menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan diperjuangkan melalui pembahasan bersama pihak-pihak terkait.

“Yang terpenting, aspirasi masyarakat jangan berhenti hanya pada saat reses. Kami ingin apa yang menjadi kebutuhan warga bisa ditindaklanjuti secara nyata. Karena pada dasarnya, tugas kami adalah hadir, mendengar, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *