Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Berbagai persoalan masyarakat, mulai dari keterbatasan lahan pemakaman, anak putus sekolah, pengangguran, hingga pendataan penerima bantuan sosial, menjadi perhatian dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Sukabumi, Fajar Kontara, S.H.
Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 tersebut berlangsung di Kampung Selaeurih, RW 07, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 warga dan tokoh masyarakat yang menyampaikan berbagai aspirasi serta kebutuhan lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, di antaranya kebutuhan lahan pemakaman, bantuan pemerintah, anak putus sekolah, pengangguran, pelatihan kerja, Program Indonesia Pintar (PIP), layanan kesehatan, serta ketepatan data penerima bantuan sosial.
Salah satu aspirasi disampaikan Ketua RT 05, Ade Sulthon. Ia mengungkapkan masih adanya anak putus sekolah dan warga yang belum memiliki pekerjaan. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat menghadirkan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan warga.
“Di lingkungan saya masih ada beberapa anak yang putus sekolah dan persoalan pengangguran. Saya berharap Pak Dewan bisa membantu menginisiasi pelatihan vokasi atau pelatihan kerja bagi warga,” ujar Ade.
Menanggapi hal tersebut, Fajar Kontara yang juga merupakan Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Anggota Badan Kehormatan, dan Anggota Bapemperda, mengatakan persoalan pendidikan dan pengangguran perlu mendapat perhatian bersama.
Ia menyampaikan akan mengomunikasikan berbagai aspirasi tersebut dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.
“Persoalan pendidikan, termasuk anak putus sekolah dan kebutuhan pelatihan vokasi, akan saya komunikasikan dengan dinas terkait. Kami di DPRD akan terus mendorong agar program pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain pendidikan dan pekerjaan, kebutuhan lahan pemakaman juga menjadi perhatian warga RW 07. Fajar mengatakan persoalan tersebut sudah menjadi salah satu komitmennya untuk membantu masyarakat melalui penyediaan tanah wakaf.
“Alhamdulillah, reses hari ini berjalan dengan baik. Banyak aspirasi yang disampaikan warga, salah satunya terkait kebutuhan lahan pemakaman. Ini menjadi perhatian saya karena sebelumnya juga sudah menjadi komitmen untuk membantu menyediakan tanah wakaf bagi masyarakat,” ungkap Fajar.
Terkait persoalan pendataan desil, Fajar mengapresiasi langkah Dinas Sosial Kota Sukabumi yang telah melaksanakan program Grebek Desil di setiap kelurahan. Program tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki ketepatan data kesejahteraan masyarakat, termasuk data penerima bantuan sosial.
“Saya mengapresiasi Dinas Sosial yang telah melaksanakan Grebek Desil di setiap kelurahan. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kesalahan pendataan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RW 07, Risman, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan Fajar Kontara kepada masyarakat setempat.
Menurutnya, warga telah merasakan sejumlah bantuan, di antaranya renovasi Masjid An Nur yang dilakukan dalam dua tahap serta fasilitasi penyediaan tanah untuk kebutuhan pemakaman warga RW 07.
Risman menilai bantuan tersebut sangat bermanfaat karena menyangkut kebutuhan ibadah dan kepentingan sosial masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Fajar juga mengajak warga untuk aktif menyampaikan persoalan lingkungan melalui pengurus RT dan RW. Dengan pendataan yang baik, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat diperjuangkan sesuai skala prioritas.
Ia turut mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi melalui kegiatan kewirausahaan. Menurutnya, warga perlu mendapat dukungan agar mampu memulai sekaligus mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Fajar berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi dan dinas terkait.
Ia menegaskan, reses menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memperjuangkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga. (fal)





