Tegaskan PKB KBB Bukan Partai Musiman, Sandi: Kekuasaan Hanyalah Jalan, Tujuannya Kemaslahatan Umat

TEROPONG INDONESIA – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi melaksanakan rangkaian kegiatan Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus, dan Musyawarah Kerja Cabang pada momentum penguatan struktur organisasi.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, namun penegasan arah kebijakan dan komitmen agar PKB hadir secara konsisten dan berkelanjutan di tengah masyarakat, bukan hanya saat musim pemilihan tiba.

Acara berlangsung dihadiri Sekretaris Wilayah DPW PKB Jawa Barat, Acep Jamaludin, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat, Muhamad Rochadi, Wakil Sekretaris DPW PKB Jawa Barat, Humaira Zahrotun Noor, serta dihadiri para alim ulama, kiai, sesepuh, jajaran Dewan Syura, Dewan Tanfidz, badan otonom, dan kader PKB dari seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Ketua DPC PKB KBB, Sandi Supyandi menegaskan, baiat kepengurusan yang dilakukan adalah ikrar pengabdian, bukan sekadar simbol.

Menurutnya, prosesi tersebut merupakan janji moral dan spiritual di hadapan organisasi sekaligus di hadapan Allah SWT. Ia mempertegas kembali filosofi dasar kelahiran partai bahwa politik tidak boleh dijadikan tujuan akhir perjuangan.

“Partai ini dilahirkan bukan sekadar untuk merebut kekuasaan. PKB lahir untuk menuntun kita bagaimana hidup dengan seimbang, mengamalkan nilai-nilai ajaran Rasulullah SAW. Kekuasaan hanyalah jalan, sedangkan tujuannya adalah kemaslahatan umat,” kata Sandi dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Lebih jauh, Sandi mengajak seluruh struktur organisasi mulai dari tingkat cabang, PAC, ranting, hingga anak ranting dan badan otonom untuk berbenah menyongsong masa depan dengan tata kelola yang lebih profesional.

“Karakter partai modern harus diwujudkan melalui tertib administrasi, pembagian peran yang jelas, dan program kerja yang terukur dengan tetap berlandaskan prinsip dasar perjuangan atau Mabda’ Siyasi PKB,” ujarnya.

Sandi menyebut, dukungan terhadap arah ini terlihat dari data survei nasional yang disampaikan, di mana tingkat keistiqamahan dan loyalitas pemilih PKB tercatat mencapai 78 persen.

“Angka ini bukan sekadar angka statistik, melainkan modal sosial sekaligus amanah yang menuntut kader untuk semakin dekat hingga ke pelosok desa dan kampung,” sebutnya.

Poin yang juga ditekankan secara tegas adalah penolakan terhadap pola kerja yang hanya aktif menjelang pesta demokrasi. Sandi menegaskan bahwa PKB Kabupaten Bandung Barat tidak akan menjadi “partai musiman” yang hadir hanya saat dibutuhkan untuk kepentingan politik praktis.

“Agenda partai tidak boleh berhenti dan tidak boleh hanya muncul ketika musim pemilihan tiba. PKB harus hadir sepanjang waktu, dalam suka maupun duka masyarakat,” paparnya.

“Pintu PKB terbuka lebar bagi generasi muda, santri, petani, buruh, hingga pelaku UMKM yang ingin berkhidmat bersama membangun Bandung Barat,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *