21 Tampilan Ekstrakurikuler SMAN 1 Padalarang akan Sambut Murid Baru di MPLS 2026

Para siswa berlatih untuk penampilan ekstrakurikuler di MPLS 2026

Teropong Indonesia-, Tema resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusung jargon utama “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”. Tema ini berfokus pada terciptanya lingkungan belajar yang ramah, inklusif, dan bebas dari perundungan sejak hari pertama.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 tersebut menekankan prinsip Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Melalui fokus utamanya:

  • Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Penanaman karakter moral dan etika di sekolah.
  • Pencegahan Perundungan: Memastikan sekolah menjadi zona aman yang bebas dari kekerasan dan perpeloncoan.
  • Aktivitas Interaktif: Diisi dengan kegiatan seperti “Pagi Ceria” dan edukasi mengenai sopan santun, serta beretika dalam bermedia sosial.

Kepala SMAN 1 Padalarang, Bandung Barat, Lina, S.Pd., M.T., menjelasakan pada tahun 2026 pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Padalarang memadukan pedoman dari Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Tujuan utama dari MPLS ialah mempelajari lingkungan sekolah, sarana pendidikan dan proses lanjutan belajar setelah para siswa baru yang lulus dari SMP/MTs, memahami lingkungan baru yang akan dijalani selama mengikuti jenjang pendidikan di SMAN 1 Padalarang,” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online di halaman sekolahnya (2/7/2026)

Menurutnya MPLS ramah tahun ini, diarahkan membuat aman, nyaman, bahagia hingga bangga di hari pertama siswa masuk sekolah. Maka panitia MPLS memastikan tidak ada perpeloncoan.

“Ketika siswa mulai masuk gerbang sekolah, nanti para guru dengan pembiasaan rutinnya menyambut dengan senyum, sapa, salam, sopan dan santun. Hal itu sebagai upaya menumbuhkan rasa bahagia bagi para siswa dengan lingkungan  barunya,”ucapnya

Lina, S.Pd., M.T., menyampaikan bahwa setelah para pelajar mengetahui secara utuh tentang lingkungan barunya, selanjutnya pada momen puncak MPLS, ada penampilan 21 ekstrakurikuler dari para siswa yang sudah dipersiapkan dan lengkap ada di sekolah. Sebagai eksplorasi untuk mulai memilih ekskul yang menjadi kegiatan tambahan di sekolah atau upaya mengembangan potensi diri hingga langkah meraih masa depan atau cita-citanya.

Ekstrakurikuler atau ekskul sebagai kegiatan non-pelajaran formal yang dilakukan peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar.  Dengan mengikuti ekstrakurikuler diharapkan dapat mengembangkan potensi, minat, bakat, dan karakter siswa melalui berbagai bidang seperti olahraga, seni, kepemimpinan, dan keterampilan sosial.

Lebih lanjut, Lina, S.Pd., M.T., mengungkapkan adanya ekstrakurikuler Panca Waluya berbasis ekologi di SMAN 1 Padalarang, dengan prakteknya pembuatan paving block ramah lingkungan menggunakan berbagai jenis sampah anorganik. Pengolaan sampah organik menjadi pupuk kompos hingga belajar praktik hidroponik atau metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Hanya fokus menggunakan media air yang dicampur dengan larutan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanamannya.

“Dengan ekstrakurikuler Panca Waluya berbasis ekologi, pihak sekolah melatih siswa untuk pandai menjalankan konsep reduce, reuse, recycle (sering disebut prinsip 3R). Strategi pengelolaan sampah berkelanjutan untuk meminimalkan limbah, menghemat energi, dan melestarikan lingkungan. Semua project itu dinilai terbukti akan meningkatkan kecintaan siswa terhadap lingkungan,” ungkapnya Kepala Sekolah yang menargetkan meningkatkan lingkungan pendidikannya dari Sekolah Adiwiyata Nasional menuju Adiwiyata Mandiri.

Informasi yang dihimpun Teropongindonesian.com, khusus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di wilayah Jawa Barat tahun ini berpedoman pada program pendidikan karakter “Gapura Panca Waluya”. Tema utama itu berfokus pada pembentukan karakter siswa yang berakar pada kearifan lokal budaya Sunda.

Kelima nilai kesempurnaan (Panca Waluya) yang menjadi landasan utama meliputi:

  • Cageur: Sehat jasmani dan rohani.
  • Bageur: Baik hati dan berbudi pekerti luhur.
  • Bener: Jujur, taat aturan, dan saleh.
  • Pinter: Cerdas dan kompeten.
  • Singer: Kreatif, terampil, dan berinisiatif.

Kegiatan MPLS di Jawa Barat disesuaikan dengan pedoman nasional yang mengusung konsep lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *