TEROPONG INDONESIA– Momen peringatan Bulan Pancasila dan Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus perbaikan diri, baik secara pribadi maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini disampaikan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam dialog terbuka di lingkungan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
“Tahun Baru Islam mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri. Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung. Prinsip ini juga berlaku bagi kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Menurut Menteri Nusron, tidak ada kebijakan yang bersifat sempurna selamanya. Oleh karena itu, pemerintah harus terus melakukan evaluasi dan menyempurnakan aturan yang ada agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Karena saya ingin menjadi orang yang beruntung, maka kebijakan yang saya hasilkan harus terus diperbaiki agar semakin bermanfaat bagi rakyat. Semua masukan, baik yang membangun maupun yang mengkritik, menjadi bahan untuk menyempurnakan pelayanan publik,” jelasnya.
Kegiatan yang dihadiri kalangan mahasiswa dan tokoh masyarakat ini juga menjadi wadah penguatan nilai-nilai kebangsaan. Acara berlangsung sekitar setengah jam sebelum diakhiri karena suasana tidak lagi kondusif. Menteri Nusron didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah BPN DIY Sepyo Achanto dan jajaran pejabat lainnya dalam kesempatan tersebut.





