Hijrah Menuju Kemandirian, Rumah Zakat Cimahi Perkuat Kapasitas Pelaku UMKM Binaan

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Semangat hijrah pada momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimaknai Rumah Zakat Cimahi tidak hanya sebagai perubahan spiritual, tetapi juga sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui kemandirian ekonomi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan peningkatan keterampilan usaha bagi para pelaku UMKM binaan, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di rumah sekaligus dapur produksi usaha kue milik Ana, penerima manfaat program Rumah Zakat di Komplek Pemda RT 05 RW 21, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, dan meningkatkan motivasi dalam mengembangkan usahanya.

Program ini ditujukan bagi para penerima bantuan modal usaha yang sebelumnya telah mendapatkan dukungan permodalan dari Rumah Zakat. Namun, lembaga tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan finansial semata.

Program Implementator Rumah Zakat Cimahi, Sutisna Sanjaya, mengatakan bahwa keberhasilan sebuah usaha sangat ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

“Bantuan modal hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana para pelaku usaha terus didampingi agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan semangat untuk mengembangkan usahanya. Melalui pembinaan ini, kami ingin menciptakan ruang belajar sekaligus ruang saling menguatkan antar pelaku usaha,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Coach Nuryana, seorang pelatih usaha sekaligus pengusaha produk kue yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya di Kota Cimahi.

Berbagai materi praktis disampaikan, mulai dari peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga pentingnya menjaga konsistensi dan mentalitas positif dalam menjalankan usaha. Penyampaian yang interaktif membuat peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman selama mengembangkan usahanya masing-masing.

Suasana kekeluargaan terasa kuat ketika para peserta saling menceritakan perjalanan usaha, tantangan yang dihadapi, hingga target yang ingin dicapai di masa mendatang. Forum tersebut menjadi sarana bertukar pengalaman sekaligus membangun jejaring antar pelaku UMKM binaan.

Bagi Rumah Zakat, proses pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada penguatan kapasitas individu agar mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB itu ditutup dengan doa bersama. Para peserta memanjatkan harapan agar usaha yang dijalankan mendapatkan kemudahan, keberkahan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Momentum Jumat pertama di awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut menjadi simbol hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan, Rumah Zakat Cimahi berupaya menghadirkan perubahan nyata dengan memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian di kalangan pelaku usaha kecil. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *