Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI + Menjelang pelaksanaan aksi damai yang direncanakan berlangsung pada 2 Juni 2026, Koordinator Forum RT/RW Kota Sukabumi, Arif Rachman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang bertujuan mendorong terjalinnya komunikasi dan dialog yang lebih baik antara pengurus RT/RW dengan Pemerintah Kota Sukabumi.
Saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Arif menyampaikan bahwa berbagai persiapan terus dilakukan, termasuk pendataan peserta serta pembentukan posko logistik untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Menurutnya, aksi yang akan digelar merupakan tindak lanjut dari berbagai aspirasi yang selama ini berkembang di kalangan pengurus RT dan RW terkait sejumlah program dan kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Aksi ini kami niatkan sebagai aksi damai untuk menyampaikan aspirasi. Kami berharap ada ruang dialog yang terbuka sehingga berbagai persoalan yang menjadi perhatian RT dan RW dapat dibahas bersama demi kepentingan masyarakat Kota Sukabumi,” ujar Arif.
Dalam kesempatan tersebut, Arif menyebutkan terdapat lima poin aspirasi utama yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Pertama, kejelasan mengenai program P2RW yang diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan setiap tahun. Kedua, kepastian penyaluran insentif RT dan RW agar dapat dilakukan tepat waktu dan tidak mengalami keterlambatan.
Ketiga, aspirasi terkait pengelolaan dana abadi yang menurut Forum RT/RW perlu dibahas bersama para pemangku kepentingan di tingkat kelurahan agar pelaksanaannya lebih transparan dan sesuai kebutuhan masyarakat. Keempat, perlunya penjelasan lebih rinci mengenai kebijakan dana abadi yang sebelumnya telah disampaikan kepada masyarakat.
Sementara poin kelima berkaitan dengan harapan agar terjalin komunikasi yang lebih harmonis antara pemerintah daerah dengan para pengurus RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Arif berharap Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dapat hadir secara langsung pada momentum tersebut guna mendengarkan aspirasi para peserta aksi. Menurutnya, kehadiran pemerintah akan menjadi langkah positif dalam membangun suasana yang kondusif dan memperkuat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.
“Kami berharap ada dialog yang terbuka sehingga semua pihak dapat saling memahami dan mencari solusi terbaik bersama,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Forum RT/RW Kota Sukabumi merupakan wadah independen yang bergerak atas dasar kepentingan masyarakat. Menurutnya, aksi yang akan dilaksanakan tidak dilandasi kepentingan politik tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dirasakan di lingkungan warga.
Arif menyebutkan hingga saat ini dukungan terhadap aksi damai terus bertambah. Selain pengurus RT dan RW, sejumlah organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta unsur keagamaan dikabarkan akan turut hadir sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap pembangunan Kota Sukabumi.
Berdasarkan pendataan sementara, jumlah peserta yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 orang. Meski demikian, Forum RT/RW menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan suasana damai selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga kondusivitas, menghormati aturan yang berlaku, dan menjadikan aksi ini sebagai sarana penyampaian aspirasi yang santun serta bermartabat demi kemajuan Kota Sukabumi,” pungkas Arif. (fal)





