Ragam  

Wajah Angkot Kota Sukabumi Kian Menua, Perlu Peremajaan Demi Keselamatan dan Kenyamanan

Teropong Indonesia, Kota Sukabumi – Angkutan kota (angkot) yang selama puluhan tahun menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat Kota Sukabumi kini menghadapi tantangan besar. Sebagian besar armada yang masih beroperasi di jalanan diketahui telah berusia antara 25 hingga 30 tahun lebih, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan, kenyamanan, hingga daya saing di tengah perkembangan transportasi modern.

Di berbagai ruas jalan Kota Sukabumi, angkot dengan warna khas sesuai trayeknya masih terlihat melayani penumpang setiap hari. Namun, kondisi fisik sejumlah kendaraan tampak mulai termakan usia. Mulai dari bodi yang kusam, interior yang sudah usang, hingga performa mesin yang tidak lagi optimal menjadi pemandangan yang cukup sering ditemui.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan yang pernah dipublikasikan, Kota Sukabumi memiliki lebih dari 2.000 unit angkot yang tersebar di berbagai trayek. Mayoritas armada tersebut menggunakan kendaraan jenis Suzuki Carry yang mulai beroperasi sejak era 1990-an hingga awal 2000-an.

Kondisi armada yang menua ini tidak hanya terjadi di Sukabumi, tetapi juga menjadi persoalan di sejumlah daerah di Jawa Barat. Bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pernah mewacanakan pembatasan usia operasional angkutan kota maksimal 25 tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi publik.

Selain faktor usia kendaraan, angkot juga menghadapi perubahan pola transportasi masyarakat. Kehadiran transportasi online, meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi, hingga minimnya regenerasi armada membuat jumlah penumpang terus menurun. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan para sopir dan pemilik kendaraan yang kesulitan melakukan peremajaan armada.

Meski demikian, banyak warga menilai keberadaan angkot masih sangat dibutuhkan, terutama bagi pelajar, lansia, dan masyarakat yang belum memiliki kendaraan pribadi. Karena itu, peremajaan armada dinilai menjadi langkah penting agar angkot tetap mampu bersaing sekaligus memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi penumpang.

Pemerintah Kota Sukabumi sendiri sempat mewacanakan revitalisasi angkot, termasuk pengembangan angkot berbasis kendaraan listrik sebagai solusi transportasi masa depan. Program tersebut diharapkan mampu menjadi jawaban atas persoalan armada tua yang selama ini menjadi wajah transportasi publik di Kota Sukabumi.

Dengan usia kendaraan yang rata-rata telah mencapai seperempat abad lebih, peremajaan angkot bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan menjadi langkah mendesak untuk menjaga keselamatan, meningkatkan kenyamanan penumpang, dan memastikan transportasi publik di Kota Sukabumi tetap bertahan di tengah perubahan zaman. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *