Ragam  

Ponpes Dzikir Al-Fath Jalankan Program Dakwah dan Pemberdayaan di Pulau Buru

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI — Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath terus menunjukkan komitmennya dalam mengabdi kepada umat melalui program dakwah dan pemberdayaan masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), khususnya di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Program ini telah berjalan selama lebih dari dua tahun dan membina tujuh desa dengan fokus utama pada sektor pendidikan, kewirausahaan, dan penguatan sosial, Kamis (24/7/25).

Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, menjelaskan bahwa salah satu tantangan besar di wilayah tersebut adalah minimnya tenaga pengajar.

“Di sana banyak sekolah yang kekurangan guru. Maka santri kami dikirim untuk mengajar mata pelajaran seperti matematika, IPA, IPS, hingga Bahasa Indonesia. Selain itu, mereka juga mengajarkan baca tulis Al-Qur’an kepada anak-anak,” ungkapnya.

Menariknya, para santri juga mengajar di sekolah-sekolah dengan mayoritas siswa non-Muslim. Mereka hidup berdampingan secara damai tanpa memaksakan ajaran, dan menyampaikan nilai-nilai Islam melalui keteladanan serta pendekatan yang santun.

Selain pendidikan, program ini juga fokus pada pengembangan ekonomi lokal. Produk-produk unggulan seperti durian dan minyak kayu putih mulai diberdayakan menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti dodol durian, es krim durian, dan minyak kayu putih dalam kemasan modern. Para warga juga dilatih keterampilan teknologi seperti pengoperasian komputer, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.

Lebih lanjut, program ini turut menyasar persoalan sosial, terutama konflik antar suku dan agama yang masih sering terjadi. Melalui kegiatan keagamaan, peringatan hari besar nasional, dan pelatihan wawasan kebangsaan, masyarakat dibina untuk hidup rukun dan saling menghormati.

Selama tiga tahun pelaksanaan, Ponpes Dzikir Al-Fath telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp8,5 miliar ke Pulau Buru. Bantuan tersebut mencakup pembangunan masjid, penyediaan makanan, beasiswa dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, serta pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang

Tujuan Mulia: Ibadah, Ilmu, dan Pemberdayaan

Seluruh program yang dijalankan Ponpes Dzikir Al-Fath berpijak pada prinsip ibadah, ilmu, dan pengabdian. Di Tanah Suci, para santri bekerja sambil beribadah. Di daerah terpencil, mereka mengabdi dengan ilmu dan akhlak.

“Tujuan utama tetap ibadah kepada Allah. Tapi dari sana juga datang manfaat lain: bisa haji, bisa ngaji, dan bisa membantu sesama,” tegas KH Fajar. (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *