Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Tragedi beruntun terjadi di jalur rel kereta api wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (2/5/2026). Dalam satu hari, tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper kereta api di lokasi berbeda.
Insiden yang terjadi dalam rentang waktu siang hingga sore itu menambah daftar kecelakaan di jalur perkeretaapian dan menjadi peringatan serius pentingnya keselamatan di area rel.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, membenarkan adanya tiga kejadian nahas tersebut. Menurutnya, seluruh peristiwa terjadi di wilayah hukum Polres Cimahi, tepatnya di Kecamatan Cikalongwetan, Ngamprah, dan Kelurahan Baros.
“Benar, terdapat tiga kejadian orang tertemper kereta api pada Sabtu di lokasi berbeda,” ujar Gofur.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di Kampung Cirangrang, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, KBB. Seorang pria tanpa identitas tewas setelah tertabrak Kereta Api Argo Parahyangan relasi Bandung–Gambir.
Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jasad korban untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.40 WIB, kecelakaan kedua terjadi di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB. Korban diketahui bernama Wahyudi (41), warga sekitar.
Ia diduga tertemper Kereta Api Lokal KA 393 saat hendak melintasi rel. Korban mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Tragedi ketiga terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Korban bernama Hambali (72), seorang buruh harian lepas, ditemukan meninggal dunia di pinggir rel dengan posisi telungkup.
Pria lanjut usia tersebut diduga tertabrak kereta feeder Whoosh yang melaju dari arah Bandung menuju Padalarang.
Polisi bersama petugas terkait telah melakukan evakuasi dan penanganan di seluruh lokasi kejadian. Sementara itu, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap masing-masing insiden.
Rangkaian kejadian dalam satu hari ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar rel serta selalu menggunakan perlintasan resmi saat menyeberang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak melintas sembarangan di jalur kereta api demi keselamatan bersama,” kata Gofur. (Gani Abdul Rahman)





