Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Cimahi mengalami peningkatan.
Keberadaan mereka terlihat di sejumlah titik strategis, mulai dari trotoar, persimpangan jalan, hingga kawasan publik dengan aktivitas warga yang tinggi.
Kondisi ini bukanlah hal baru. Pemerintah Kota Cimahi mencatat, fenomena tersebut merupakan pola tahunan yang kerap terjadi selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, mengungkapkan bahwa meningkatnya aktivitas sosial masyarakat, seperti kegiatan berbagi dan penyaluran bantuan, menjadi salah satu faktor utama yang menarik kedatangan para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) ke wilayah perkotaan.
“Fenomena ini memang siklus tahunan, terutama karena banyak kegiatan berbagi atau charity di bulan Ramadan,” ujar Adhitia.
Merespons kondisi tersebut, Pemkot Cimahi melalui Dinas Sosial akan melakukan pemantauan secara intensif guna mengukur lonjakan jumlah gepeng. Selain itu, langkah pendataan juga dilakukan untuk mengetahui identitas serta asal daerah para pendatang.
Berdasarkan evaluasi sebelumnya, sebagian besar gepeng yang muncul di Kota Cimahi diketahui bukan merupakan warga setempat, melainkan berasal dari luar daerah.
“Kami akan evaluasi dan cek asal mereka, karena biasanya mayoritas dari luar daerah,” kata Adhitia.
Pemerintah berharap, melalui pemantauan dan pendataan yang lebih terstruktur, kebijakan penanganan yang diambil dapat lebih tepat sasaran. Upaya ini juga diharapkan mampu menjaga ketertiban umum serta kenyamanan masyarakat selama momentum Lebaran berlangsung. (Gani Abdul Rahman)





