Api Mengamuk di Cihanjuang Cimahi Dini Hari, Lansia 73 Tahun Tewas Terjebak di Rumahnya

Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Kebakaran rumah tinggal terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Cihanjuang Gang Sumanta No. 60, RT 01 RW 10, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Selasa dini hari (10 Maret 2026). Insiden yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu mengakibatkan satu orang warga lanjut usia meninggal dunia serta satu orang lainnya mengalami luka ringan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh keluarga korban yang berada di lantai dua rumah. Kepanikan pun terjadi ketika api terlihat mulai membesar dari bagian rumah tempat korban tertidur.

Warga sekitar kemudian berupaya memberikan pertolongan dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cimahi.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 02.33 WIB. Tim pemadam segera diberangkatkan menuju lokasi dan tiba dalam waktu relatif singkat.

“Kami menerima laporan kebakaran pada pukul 02.33 WIB dan tim tiba di lokasi pukul 02.40 WIB, sehingga respon time penanganan sekitar tujuh menit,” ujar Aep Mulyana dalam keterangannya, Selasa.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses pemadaman dan pendinginan untuk mengendalikan api yang telah melahap sebagian bangunan rumah.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Cimahi mengerahkan tiga unit pancar dan satu unit rescue dengan 14 personel yang terlibat di lapangan.

Menurut Aep, objek yang terbakar merupakan rumah tinggal milik Bapak H. Muslih. Rumah tersebut memiliki luas keseluruhan sekitar 84 meter persegi, dengan area bangunan yang terbakar mencapai 42 meter persegi.

“Objek yang terbakar adalah rumah tinggal milik Bapak H. Muslih dengan luas wilayah tempat kejadian sekitar 84 meter persegi, sementara luas objek yang terbakar kurang lebih 42 meter persegi,” jelasnya.

Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Muslih (73) ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, seorang warga lainnya, Ato (45), mengalami luka ringan akibat insiden kebakaran tersebut.

“Korban meninggal dunia satu orang atas nama Bapak Muslih usia 73 tahun, sedangkan satu orang mengalami luka ringan atas nama Bapak Ato usia 45 tahun,” kata Aep.

Aep menambahkan, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses pendataan serta penelusuran lebih lanjut oleh petugas.

“Penyebab kebakaran masih belum diketahui dan saat ini masih dalam tahap pendataan serta penanganan lanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun di lapangan, api pertama kali terlihat oleh anak korban dari lantai dua rumah, yang merupakan lokasi tempat korban tertidur saat kejadian berlangsung.

“Api terlihat awal mula oleh anak korban dari lantai 2 yang dimana tempat korban meninggal tertidur. Anak korban panik hingga meminta bantuan warga sekitar dan langsung melaporkan kepada Damkar Kota Cimahi,” tutur Aep.

Lokasi kebakaran yang berada di dalam gang sempit dengan kepadatan permukiman tinggi sempat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan proses penanganan. Meski demikian, respons cepat petugas serta dukungan warga sekitar membantu proses pemadaman sehingga api tidak meluas ke bangunan lain.

Dalam kejadian ini, petugas berhasil menyelamatkan empat rumah di sekitar lokasi dari potensi rambatan api yang lebih luas. Selain itu, empat jiwa yang berada di sekitar lokasi juga berhasil diselamatkan.

“Nilai bangunan yang terselamatkan sebanyak empat rumah, sementara jumlah jiwa yang berhasil diselamatkan ada empat orang,” kata Aep.

Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta, yang terdiri dari kerugian bangunan sekitar Rp200 juta dan kerugian barang atau isi rumah sekitar Rp100 juta.

Sementara nilai barang atau harta benda yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp170 juta.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama lebih dari dua jam. Petugas akhirnya menyelesaikan seluruh rangkaian penanganan kebakaran sekitar pukul 04.50 WIB.

Saat ini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan serta pengumpulan informasi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, sekaligus mengevaluasi kondisi lingkungan sekitar yang berada di kawasan permukiman padat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan hunian padat penduduk, terutama pada waktu malam hingga dini hari ketika sebagian besar warga sedang beristirahat. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *