720 Warga Lolos Mudik Gratis 2026, Pemkot Cimahi Prioritaskan Pemilik KTP Cimahi

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Kota Cimahi pada 2026 dipastikan tetap berjalan. Dari total 1.000 pendaftar, sebanyak 720 peserta dinyatakan akan diberangkatkan dalam program tersebut.

Keberangkatan para pemudik dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2026 dari lingkungan pemerintah kota. Saat ini, Dinas Perhubungan Kota Cimahi masih melakukan proses verifikasi administrasi guna memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang menegaskan proses seleksi dilakukan secara ketat agar program ini benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, prioritas utama diberikan kepada warga yang memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK) Kota Cimahi.

“Verifikasi ini penting supaya data administrasi benar-benar valid. Program ini memang diprioritaskan untuk masyarakat yang ber-KTP dan KK Cimahi,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Selain memastikan peserta tepat sasaran, Dishub juga mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan selama perjalanan mudik. Hal ini karena keberangkatan masih berlangsung di bulan puasa.

Meski demikian, Endang menjelaskan jadwal keberangkatan direncanakan pada pagi hari, sebagaimana pelaksanaan program mudik gratis pada tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya kita berangkat sekitar jam 8 atau jam 9 pagi. Kalau perjalanan normal dan tidak ada kemacetan, mudah-mudahan sebelum magrib sudah sampai di tujuan,” jelasnya.

Namun demikian, Dishub tetap mengantisipasi kemungkinan perjalanan berlangsung hingga waktu berbuka puasa bahkan malam hari apabila terjadi kendala di perjalanan.

Endang mengakui, dalam anggaran program mudik gratis tahun ini belum tersedia alokasi khusus untuk paket takjil bagi para pemudik. Meski begitu, pihaknya tengah mengupayakan kerja sama dengan Bank BJB untuk membantu menyediakan makanan berbuka puasa.

“Memang di anggaran yang kita sediakan tidak termasuk paket takjil. Tapi saat ini kita sedang mengupayakan kolaborasi dengan Bank BJB,” katanya.

Ia berharap apabila kerja sama tersebut terealisasi, para pemudik yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka dapat terbantu dengan penyediaan takjil sederhana.

Di sisi lain, Endang juga mengingatkan para peserta agar tetap mempersiapkan kebutuhan pribadi selama perjalanan, termasuk membawa bekal makanan dari rumah.

Selama perjalanan, bus yang membawa pemudik juga akan berhenti di sejumlah titik untuk beristirahat. Momen tersebut dapat dimanfaatkan penumpang untuk makan, minum, maupun beribadah.

“Bus pasti akan berhenti untuk istirahat. Di situ masyarakat bisa memanfaatkan waktu untuk makan, minum, atau berbuka puasa. Apalagi mungkin ada juga yang sudah menyiapkan bekal dari rumah,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *