Stok Blanko KTP-el Cimahi Aman hingga Awal 2026, Disdukcapil Pastikan Pelayanan Tetap Lancar

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi memastikan ketersediaan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) masih aman hingga awal 2026.

Dengan demikian, masyarakat yang belum melakukan perekaman maupun yang membutuhkan pencetakan ulang KTP-el tetap dapat dilayani tanpa kendala.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, Tri Lospala Candra, mengatakan pembaruan data ketersediaan blanko dilakukan secara rutin setiap pekan sebagai bentuk transparansi kepada publik.

“Update ketersediaan blanko selalu dilakukan satu pekan sekali sesuai ketentuan. Transparansi ini penting agar masyarakat mengetahui kondisi riil stok blanko,” ujar Tri saat ditemui Rabu, 21/01/2026.

Informasi tersebut, lanjut Tri, disampaikan melalui berbagai kanal resmi Disdukcapil Cimahi, mulai dari media sosial Instagram hingga platform komunikasi lain seperti Telegram dan WhatsApp, agar mudah diakses oleh masyarakat.

Tri mengakui saat ini distribusi blanko dari pemerintah pusat mengalami pembatasan. Hal tersebut disebabkan adanya prioritas penyaluran untuk wilayah Sumatera yang terdampak bencana banjir bandang dan kehilangan dokumen kependudukan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pelayanan di Kota Cimahi.

“Distribusi ke daerah lain tetap berjalan, hanya jumlahnya tidak sebanyak biasanya. Namun untuk Cimahi, stok masih mencukupi,” jelasnya.

Sebelumnya, Disdukcapil Cimahi biasanya menerima pasokan blanko sekitar 4.000 hingga 6.000 lembar per bulan. Saat ini jumlah yang diterima berkisar 1.000 hingga 2.000 lembar, namun dinilai masih memadai sambil menunggu pengadaan tahun 2026.

Tri menegaskan, hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti dalam pelayanan administrasi kependudukan, khususnya penerbitan KTP-el.

“Untuk warga yang membutuhkan KTP-el, baik cetak ulang maupun perekaman pemula, Disdukcapil tetap bisa melayani karena blanko masih tersedia,” tegasnya.

Di sisi lain, Tri mengungkapkan masih terdapat sebagian warga Kota Cimahi yang belum melakukan perekaman KTP-el. Target nasional perekaman KTP-el saat ini berada di angka 99,47 persen.

“Kendala utamanya berasal dari warga yang sudah tidak lagi berdomisili di Cimahi. Ada yang pindah ke luar kota dan keberadaannya tidak diketahui oleh pengurus wilayah,” paparnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Disdukcapil Cimahi berencana mengintensifkan program jemput bola pada 2026 guna menjangkau warga yang belum melakukan perekaman KTP-el.

“Program jemput bola akan terus kami tingkatkan agar cakupan perekaman KTP-el semakin optimal,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *