Awali Tahun 2026, Desa Kebonpedes Torehkan Prestasi Diajang Gapura Sri Baduga 2025

Teropong Indonesia, KAB. SUKABUMI – Memasuki Tahun 2026, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebopedes, Kabupaten Sukabumi, mencatatkan prestasi ditingkat Provinsi Jawa Barat. Desa yang mewakili Kabupaten Sukabumi ini resmi dinobatkan sebagai Juara I Tingkat Kab. Sukabumi dalam ajang penganugerahan bergengsi Gapura Sri Baduga 2025.

Prestasi ini tidak hanya membawa kebanggaan kolektif, tetapi juga mendapatkan suntikan dana segar sebesar Rp. 1 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Prosesi penganugerahan yang berlangsung khidmat di Sasana Budaya Ganesha ITB, Kota Bandung itu, turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Andreas, mewakili Bupati Sukabumi, bersama para Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat menghadiri Drama Musikal Rahvayana Kala Cinta di Jabar pada Selasa (30/12/2025) lalu.

Acara yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tersebut diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian seni budaya daerah, sekaligus penghargaan kepada tokoh, lembaga, serta pihak-pihak yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi nyata dalam pembangunan serta kemajuan Provinsi Jawa Barat.

Menanggapi penghargaan yang diterima desanya tersebut, Dadan Apriandi, Kepala Desa Kebonpedes, Dadan mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Menurutnya, kemenangan ini buah dari kerja keras kolektif seluruh lapisan masyarakat.

“Alhamdulillah, dari 381 desa di Kabupaten Sukabumi, kita diberikan amanah sebagai juara kesatu. Ini adalah kado akhir tahun 2025 yang luar biasa bagi warga Desa Kebonpedes,” kata Dadan.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab. Sukabumi, Camat Kebonpedes, serta seluruh elemen stakeholder desa, mulai dari BPD, LKD, PKK, hingga penggerak KB dan Kesehatan, yang telah mendukung sekaligus berkolaborasi untuk kegiatan bergengsi tersebut

Tidak tanggung-tanggung, sebagai Juara 1 tingkat Kabupaten Sukabumi, Desa Kebonpedes berhak mendapatkan apresiasi senilai Rp1 miliar. Dadan menegaskan bahwa dana tersebut akan dialokasikan secara transparan melalui koordinasi ketat dengan pemerintah daerah.

“Uang Rp. 1 miliar ini akan kami koordinasikan dengan Kabupaten, Provinsi, dan Kecamatan untuk penganggarannya. Prioritas kami jelas, untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), perbaikan jalan desa, dan pembangunan irigasi untuk mendukung sektor pertanian,” tegasnya.

Prestasi Desa Kebonpedes tidak berhenti di level kabupaten. Di tingkat Provinsi Jawa Barat, desa ini mampu bersaing sengit dengan sekitar 5.311 desa (data agregat Jabar) dan berhasil merangsek masuk ke jajaran elit.

“Untuk tingkat Jawa Barat, kita menempati posisi ke-12. Saya sangat bangga, bisa bersaing melawan lebih dari 5.000 desa se-Jawa Barat dan berada di peringkat tersebut adalah pencapaian yang sangat luar biasa,” tambah Dadan.

Dia berharap keberhasilan ini menjadi batu loncatan untuk peningkatan pelayanan publik.

“Fokus ke depan adalah penguatan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) agar manfaat prestasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat secara nyata,” tegasnya.

Selain itu, ia berharap kemenangan Kebonpedes bisa memicu semangat kompetisi positif bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi.

“Mudah-mudahan tahun 2026 nanti, desa-desa lain termotivasi. Kita berharap Kabupaten Sukabumi bisa terus mewakili hingga menjadi yang pertama di tingkat Provinsi Jawa Barat secara konsisten,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, Desa Kebonpedes merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, dengan luas wilayah sekitar 12,89 km², terdiri dari 5 desa, antara lain Desa Kebonpedes, Sasagaran, Cikaret, Jambenenggang dan Bojongsawah.

Kecamatan Kebonpedes menaungi 14 dusun, 42 RW, dan 163 RT, dengan memiliki suhu sedang (20-27°C) dan mayoritas penduduknya suku Sunda, menjadi wilayah agraris yang subur dengan tanah kering dan sawah.

Lokasi desa ini berbatasan dengan wilayah Sukaraja, disebelah Utara, dan dibagian Selatan berbatasan dengan Cireunghas serta Nyalindung, sementara dibagian Barat, berbatasan dengan Kota Sukabumi sedangkan bagian Timur berbatasan dengan wilayah Sukaraja dan Cireunghas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *