Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Berdiri kokoh di sudut strategis Jalan Pabrik Aci, sebuah bangunan dengan fasad ikonis bertuliskan “Rio” tetap tegak berdiri di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan.
Bangunan yang kini dikenal sebagai Gedung Rio X.Nter ini bukan sekadar struktur beton biasa, ia adalah saksi bisu masa keemasan sinema di Jawa Barat yang bermula sejak era kolonial Hindia Belanda.
Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1936, dikutip dari laman resmi Disbudparpora Kota Cimahi Bahwa Bandung merupakan kiblat perfilman ketiga di Hindia Belanda setelah Batavia dan Surabaya.
Pengusaha bioskop ternama kala itu, F.F. Busse, yang menguasai sembilan bioskop tersohor seperti Concordia dan Elita, memutuskan untuk melebarkan sayap bisnisnya ke pinggiran kota. Cimahi, sebagai pusat militer dan pemukiman Eropa saat itu, dipilih menjadi lokasi berdirinya Bioskop Rio.
Meski kini fungsi dan bentuknya telah mengalami transformasi, jejak keindahan gaya Art Nouveau masih dapat dirasakan. Berada di ketinggian 735 mdpl dengan luas bangunan sekitar 800 meter persegi, gedung ini dahulu menjadi pusat hiburan favorit bagi warga Eropa dan tentara Belanda.
Hingga saat ini, kondisi gedung yang dikelola oleh PT. Jasa Wisata (Jawi) Jawa Barat ini tergolong sangat terawat.
Satu hal yang paling mencolok dan menjadi daya tarik utama adalah, Fasad Atap yang Utuh Bagian atas gedung masih mempertahankan bentuk aslinya, Identitas Ikonis Tulisan “Rio” yang melegenda di bagian atas bangunan masih tetap dipertahankan, seolah menolak lupa akan identitas aslinya sebagai bioskop yang berjaya hingga dekade 90-an.
Gedung ini menempati posisi yang sangat vital dalam tata kota Cimahi:
Utara: Berbatasan langsung dengan Taman Alun-alun Cimahi.
Timur: Berseberangan dengan pusat perbelanjaan Ramayana.
Barat: Berbatasan dengan jalur utama Jalan Amir Machmud.
Keberadaan Gedung Rio menjadi pengingat penting bagi warga Cimahi bahwa kota ini memiliki sejarah panjang dalam industri hiburan dan kebudayaan.
Sebagai aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pelestarian detail bangunan ini menjadi krusial di tengah modernisasi yang pesat di sekelilingnya. (Gani Abdul Rahman)





