DPRD Kota Sukabumi Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait Ucapan Wali Kota

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – DPRD Kota Sukabumi menggelar konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Wawan Juanda, di Gedung DPRD Kota Sukabumi, pada Selasa (14/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wawan menyampaikan pernyataan resmi lembaga DPRD terkait isu yang berkembang mengenai hubungan antara DPRD dengan Wali Kota Sukabumi, H. Aep Zaki.

“Teman-teman media yang saya hormati, hari ini kami DPRD Kota Sukabumi ingin menyampaikan sikap resmi atas isu yang sepekan terakhir menghebohkan, yakni terkait hubungan antara kami di DPRD dengan Pak Wali Kota. Sekaligus, kami ingin meluruskan berbagai isu liar di luar dan menegaskan pernyataan sikap kami,” ujar Wawan Juanda.

Menurutnya, DPRD menyesalkan ucapan Wali Kota Sukabumi H. Aep Zaki yang dinilai tidak pantas dan terjadi pada Rabu (8/10/2025) saat acara pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Sukabumi.

“Saat itu, saya sebagai Ketua DPRD dan Pak Opik dari Komisi I hadir memenuhi undangan pelantikan. Sebelum acara dimulai, kami sempat berbincang di ruang khusus. Namun tanpa salam atau pembukaan, beliau langsung menyampaikan hal-hal yang di luar dugaan kami, dengan nada yang tidak layak diucapkan oleh seorang pejabat publik,” jelasnya.

Wawan menegaskan, dalam dinamika pemerintahan, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Namun, ia menilai perbedaan tersebut semestinya disampaikan dengan bahasa yang santun, saling menghormati, serta menjunjung tinggi etika dan tata krama bernegara.

“Demi terciptanya suasana yang kondusif dan agar isu ini tidak semakin melebar, kami berharap kepada Bapak Wali Kota Sukabumi untuk segera menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keteladanan seorang pemimpin daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wawan menegaskan bahwa DPRD merupakan mitra sejajar pemerintah daerah, bukan bawahan maupun lawan politik.

“Kami sama-sama unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Karena itu, komunikasi antar lembaga harus dijaga dengan etika, kehormatan, dan saling menghargai,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa DPRD akan tetap berkomitmen bekerja secara profesional, mengutamakan kepentingan rakyat, serta menjaga marwah lembaga.

“Kami berharap hal ini bisa segera diselesaikan, karena isu ini sudah menyebar ke berbagai pihak. Sekali lagi kami tegaskan, DPRD bukan lawan politik. Pilkada sudah selesai, dan kami telah mengakui beliau sebagai Wali Kota. Kami hanya berharap hubungan kerja sama dapat berjalan baik dan saling menghormati,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai ucapan yang dimaksud, Wawan menyebutkan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dengan nada tinggi dan bahasa yang tidak pantas.

“Kalau berdiskusi dengan nada marah dan bahasa yang tidak layak, tentu kami tersinggung. Mungkin teman-teman bisa memahami apa yang terjadi di lapangan,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait konteks pembicaraan, Wawan menjelaskan bahwa diskusi saat itu berkaitan dengan Panitia Kerja (Panja) Wakaf dan TKPB.

“Kami sebenarnya sudah pernah berdiskusi sebelumnya. Memang ada perbedaan pandangan di akhir. Tapi saat itu kami datang untuk pelantikan, bukan untuk membahas Panja. Tiba-tiba beliau marah-marah. Kami pun bingung,” ujarnya.

Meski demikian, Wawan tetap berprasangka baik.

“Saya berhusnuzan, mungkin beliau sedang banyak pikiran. Secara pribadi saya tidak ada masalah, bahkan sudah memaafkan. Namun ini sikap DPRD sebagai institusi, bukan pribadi,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Wawan berharap Wali Kota dapat bersikap bijak dan negarawan.

“Kami hanya meminta beliau menyadari bahwa hal tersebut tidak pantas, serta menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka. Kami bukan bawahan, kami mitra sejajar. Semoga ke depan hubungan antara DPRD dan Pemerintah Kota Sukabumi bisa semakin harmonis demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *