TEROPONG INDONESIA – Di usianya yang ke-70 tahun, Pondok Pesantren Attaqwa, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menerima perhatian istimewa dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam perayaan Iduladha 1447 Hijriah.
Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, secara langsung hadir menyerahkan hewan kurban sumbangan keluarga besar kementerian, sekaligus menegaskan dukungan pemerintah terhadap peran strategis lembaga pendidikan Islam dalam membangun karakter bangsa.
Kedatangan rombongan ATR/BPN disambut hangat oleh pengurus yayasan, tenaga pengajar, dan ratusan santri. Penyerahan hewan kurban ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus bentuk kepedulian sosial yang konsisten dijalankan institusi pertanahan setiap tahunnya.
Menteri Nusron Wahid menegaskan, momen kurban adalah pengingat bagi semua pihak untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan gotong royong. Ia mengungkapkan bahwa sumbangan yang disalurkan ini adalah hasil partisipasi sukarela yang menyatukan seluruh elemen di lingkungan ATR/BPN, mulai dari pimpinan tertinggi hingga staf administrasi.
“Hewan kurban ini adalah wujud kebersamaan kami. Dana yang dikumpulkan berasal dari kontribusi tulus Menteri, Wakil Menteri, seluruh pejabat, dan pegawai. Sebagian kami serahkan di sini, dan sebagian lagi kami salurkan ke berbagai pondok pesantren serta masyarakat di daerah lain. Tujuannya satu, menghadirkan manfaat dan mempererat persaudaraan,” tegas Nusron saat menyerahkan hewan kurban kepada pimpinan yayasan, Dr. KH. Irfan Mas’ud, M.A., Jumat (29/6/2026).
Lebih dari sekadar penyaluran daging kurban, Nusron melihat momentum ini sebagai wadah penguatan hubungan antara birokrasi dan masyarakat. Ia sangat mengapresiasi kiprah Pondok Pesantren Attaqwa yang selama tujuh dekade konsisten mendidik generasi muda. Lembaga yang didirikan oleh Pahlawan Nasional Alm. KH. Noer Alie ini dinilainya telah memberikan sumbangsih besar dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai akhlak mulia bagi anak bangsa.
“Tujuh puluh tahun berkiprah bukan waktu yang singkat. Kami berharap Attaqwa tetap menjadi lembaga yang melahirkan putra-putri terbaik bangsa, yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia,” ujar Nusron.
Di akhir kunjungannya, Menteri Nusron bersama rombongan yang dipimpin oleh Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang sekaligus Ketua Panitia Kurban, Farid Hidayat, meluangkan waktu berziarah ke makam pendiri pondok pesantren. Momen ini menjadi penutup perjalanan kunjungan yang sarat makna sejarah dan penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu dalam membangun peradaban bangsa yang berlandaskan iman dan takwa.





