TEROPONG INDONESIA, Cimahi – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana berkomitmen untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
Menurutnya, tak menutup kemungkinan Pemkot Cimahi bakal memberikan dukungan berupa dana abadi kepada Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Cimahi.
“Pembentukan Koperasi Merah Putih bukan sekadar agenda simbolis, melainkan merupakan bagian dari strategi besar nasional yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Koperasi,” kata Ngatiyana saat membuka kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi Merah Putih di Gedung Technopark, Jalan Baros, Cimahi Selatan, pada Selasa (26/8/2025).
Ia menyebut, koperasi ini harus menjadi instrumen utama dalam memperkuat pondasi ekonomi rakyat, terutama dari level terbawah, yaitu desa dan kelurahan.
Selain itu, dirinya juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendampingi proses pembentukan Koperasi Merah Putih, mulai dari tahap inisiasi hingga pelatihan pengurus dan pengawas.
“Koperasi ini dirancang sebagai wadah usaha kolektif masyarakat yang berlandaskan pada potensi lokal,” ujarnya.
Koperasi Merah Putih, jelas dia, dirancang untuk mengelola tujuh unit usaha, termasuk apotek, layanan klinik, simpan pinjam, distribusi sembako, pergudangan, layanan logistik, dan kantor koperasi.
“Selama ini koperasi dikenal sebagai lembaga simpan pinjam. Saya harap pengurus tidak terpaku pada satu jenis usaha saja. Gali potensi masyarakat dan kembangkan unit usaha lainnya,” katanya.
Meski hingga saat ini koperasi belum mendapat suntikan dana dari pusat maupun lembaga lainnya, Ngatiyana menekankan bahwa koperasi tetap harus berjalan.
Sebab, dirinya membuka peluang untuk menganggarkan dana abadi dari APBD Kota Cimahi sebagai bentuk dukungan konkret.
“Kalau dari pusat belum ada, mungkin Pemkot Cimahi bisa alokasikan dana abadi. Misalnya, Rp100 juta atau Rp50 juta per kelurahan. Kalau ada 15 kelurahan, berarti sekitar Rp1,5 miliar. Tapi tentu harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Industri (Disdagkoperind) Kota Cimahi, Hella Haerani, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi nasional yang wajib dilaksanakan di seluruh daerah.
“In syaa Allah, pada pertengahan Oktober, laporan perkembangan Koperasi Merah Putih akan kita sampaikan kepada Presiden RI bersama Kejaksaan,” kata Hella.
Kendati koperasi belum memiliki modal awal, semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor akan menjadi modal utama dalam mengembangkan koperasi.
“Dengan niat dan keikhlasan, sedikit demi sedikit koperasi ini akan berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Hella. (Gani Abdul Rahman)





