Pengurus IPSI Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2025–2029 Resmi Dilantik, Fokus Konsolidasi dan Pembinaan Sejak Usia Dini

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sukabumi secara resmi mengukuhkan dan melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2029 dalam sebuah prosesi yang digelar di Aula Pendopo Kota Sukabumi, Sabtu (12/7/2024).

Pelantikan dilakukan langsung oleh perwakilan IPSI Provinsi Jawa Barat selaku pihak yang berwenang menerbitkan surat keputusan dan melantik kepengurusan IPSI di tingkat kabupaten/kota.

Ketua IPSI Kabupaten Sukabumi terpilih, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan langkah awal menuju pembenahan dan penguatan organisasi di seluruh lapisan.

“Alhamdulillah, hari ini kami resmi dilantik dan menerima surat keputusan dari IPSI Jawa Barat. Ini merupakan hasil dari Musyawarah Kabupaten (Muskab) IPSI yang telah dilaksanakan pada 2 Juli lalu,” ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi memaparkan tiga agenda utama yang akan menjadi fokus kepengurusannya. Pertama, melakukan konsolidasi internal dan pendataan ulang seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Sukabumi.

“Kami akan melakukan konsolidasi internal organisasi serta mendata seluruh perguruan pencak silat yang tersebar di 47 kecamatan. Ini menjadi penting agar IPSI memiliki basis data yang akurat dan solid dalam menjalankan program ke depan,” ungkapnya.

Kedua, pihaknya juga akan melakukan pembenahan struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan. Langkah ini dipandang penting untuk memperkuat koordinasi dan pembinaan atlet secara lebih merata dan terstruktur.

Sementara agenda ketiga adalah menjalin kerja sama (MoU) dengan Dinas Pendidikan untuk menghadirkan pencak silat sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP).

“Kami ingin seni bela diri pencak silat ini bisa diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak. Selain sebagai olahraga prestasi, pencak silat juga merupakan warisan budaya bangsa. Kami akan menggandeng perguruan-perguruan silat di daerah untuk menjadi pelatih ekstrakurikuler di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Budi berharap, langkah tersebut tidak hanya mampu melestarikan budaya bangsa, tetapi juga menjadi sarana positif dalam mengembangkan karakter dan keterampilan generasi muda.

“Insya Allah ini akan menjadi upaya nyata IPSI untuk mendorong pencak silat tumbuh dari bawah dan menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter anak-anak di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *