Taekwondo Sukabumi Challenge II Resmi Dibuka, Diikuti 406 Atlet dari Tiga Daerah

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Wakil Wali Kota Bobby Maulana resmi membuka ajang Taekwondo Sukabumi Challenge II yang digelar di Gor Merdeka Kota Sukabumi, Sabtu (24/05/2026).

Kejuaraan tersebut diikuti sebanyak 406 atlet taekwondo dari Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur. Ajang ini menjadi salah satu Kompetisi Taekwondo terbesar yang pernah digelar di wilayah Sukabumi Raya.

Dalam keterangannya kepada awak media, Bobby Maulana mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini sangat penting untuk mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Alhamdulillah hari ini kita membuka pertandingan Taekwondo Sukabumi Challenge II. Pesertanya mencapai 406 atlet, dan ini luar biasa. Mungkin menjadi salah satu kejuaraan terbesar dan terbanyak yang pernah saya hadiri,” ujarnya.

Bobby berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan lancar, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga menitipkan pesan kepada panitia dan para juri agar mampu menghadirkan pertandingan yang berkualitas dan adil.

“Saya berharap para atlet dapat bertanding secara fair play. Kemudian kepada panitia dan juri agar menghasilkan pertandingan yang berkualitas, menjunjung tinggi asas keadilan, dan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik untuk taekwondo Kota Sukabumi,” katanya.

Ia optimistis kejuaraan tersebut dapat menjadi wadah lahirnya atlet berbakat yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Meski di tengah keterbatasan anggaran, Bobby menilai pembinaan olahraga harus tetap berjalan melalui berbagai event kompetisi.

“Mudah-mudahan di tengah keterbatasan anggaran saat ini, kita tetap bisa menghasilkan atlet-atlet terbaik melalui kejuaraan-kejuaraan seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Taekwondo Sukabumi Challenge II, Dipas Gumelar mengatakan, kejuaraan tahun ini mengusung tema “Pendidikan Karakter dan Bermental Juara”.

Menurutnya, taekwondo bukan hanya membentuk kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan karakter disiplin, dedikasi, serta mental kuat bagi para atlet muda.

“Kami ingin membentuk karakter atlet yang disiplin, berdedikasi, dan memiliki mental juara, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” ujarnya.

Dipas menjelaskan, peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia 5 tahun hingga kategori senior usia 25 tahun. Adapun kategori pertandingan dibagi menjadi super kadet, prakadet, kadet, junior, hingga senior.

Kejuaraan mempertandingkan dua nomor utama, yakni kyorugi atau tarung/sparring menggunakan perlengkapan pelindung keselamatan, serta poomsae yang merupakan seni gerakan dalam taekwondo.

“Peserta terdiri dari kategori pemula hingga prestasi. Untuk pemula dimulai dari sabuk kuning sampai hijau strip, sedangkan kategori prestasi mulai dari hijau strip hingga sabuk hitam,” jelasnya.

Ia menambahkan, para atlet berprestasi nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan resmi seperti POPDA, PORDA, hingga Kejurda.

Dipas berharap ajang tersebut mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial dari Sukabumi Raya yang dapat berprestasi di tingkat lebih tinggi.

“Harapan kami tentu ingin mencetak atlet-atlet muda berbakat dan memotivasi mereka agar bisa melangkah ke tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” pungkasnya.

Dalam kejuaraan tersebut juga diperebutkan sejumlah penghargaan, di antaranya juara umum kategori prestasi, juara umum kategori pemula, serta atlet terbaik yang didukung oleh KONI dan Bank BJB. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *