Telan Korban Jiwa dan Diperbaiki Secara Swadaya, Warga RW05 Desa Mekarwangi Gelar Syukuran Jalan Tanjakan Udin

TEROPONG INDONESIA – Warga RW 05 Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) punya cara tersendiri untuk mengkritik kinerja pemerintah dalam upaya memperbaiki infrastruktur jalan.

Bukan dengan aksi unjuk rasa atau demonstrasi, melainkan dengan tindakan nyata melakukan perbaikan secara swadaya jalan sepanjang 180 meter yang menjadi akses antara Kabupaten Bandung Barat dengan Kota Cimahi dengan total panjang 1,8 kilometer.

Alhasil, upaya nyata warga itu seolah menjadi tamparan keras bagi pemerintah atas kondisi jalan yang dikenal dengan “Tanjakan Udin” yang selama 2 tahun tak kunjung diperbaiki.

Diperbaikinya jalan Tanjakan Udin ini tak terlepas dari peran sejumlah tokoh masyarakat RW 05, Umay Sumarna, Ketua RW 05 Dedi NR, Ketua Panitia Dadang Apih, Kadus dan Ketua RT.

“Kita tergerak untuk memperbaiki jalan karena udah memakan korban. Bahkan, korbannya itu keponakan saya bernama Udin yang meninggal dunia,” kata salah seorang warga Umay Sumarna (44) di lokasi, Sabtu 31 Mei 2025.

Selain telah memakan korban, jelas Umay, langkah swadaya perbaikan jalan Tanjakan Udin dilakukan lantaran pihaknya sudah mengkonfirmasi kepada pemerintah bahwa anggaran perbaikan jalan tidak ada.

“Karena diberitahu anggaran perbaikan jalan tidak ada, ya sudah kita perbaiki secara swadaya,” jelasnya yang juga tokoh masyarakat RW 05.

Sementara terkait anggaran swadaya, lanjut Umay, rencananya hanya untuk perbaikan di kawasan tanjakannya saja dengan besaran anggaran sebesar Rp27 juta.

“Alhamdulillah setelah berjalan anggaran terkumpul melebihi nilai yang direncanakan yakni dikisaran Rp35 juta. Sehingga bisa direalisasikan untuk perbaikan jalan di lokasi-lokasi yang rusak,” ujarnya.

Pihaknya berharap dengan acara syukuran rampungnya perbaikan jalan yang secara swadaya dilakukan oleh masyarakat terdapat keberkahan atas upaya kerja keras masyarakat.

“Mudah-mudahan bisa menambah kebaikan untuk semua pihak yang membantu, seperti dari anggota dewan yang hadir hari ini, pak Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys dan Ibu Pipit Puspita Ahdiani dari Fraksi Partai Golkar KBB,” bebernya.

“Namun, pekerjaan rumah kita masih panjang, yakni tersisa sekitar 1 kilometer dan jalan bisa bagus kembali,” ucapnya.

Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys mengatakan, hari ini dirinya melihat secara langsung masyarakat dari RW 05 dan RW 08, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisarua melaksanakan pekerjaan jalan secara sederhana dengan panjang 180 meter.

“Saya salah satu anggota dewan dari Dapil 3, termasuk Cisarua memberikan apresiasi kepada masyarakat yang antusias melakukan perbaikan jalan secara swadaya,” kata Pither.

“Kalau kita melihat yang lain, melihat jalan rusak begitu itu ada yang ditanam pohon pisang dan dibuat kolam pemancingan,” sambungnya.

Namun, warga di RW 05 dan RW 08 ini lebih memilih langkah positif dengan menggalang dana dan mencari donatur untuk memperbaiki jalan yang disebut warga sebagai Tanjakan Udin.

“Karena historisnya di tanjakan ini ada korban yang meninggal akibat jalan rusak,” ucapnya.

Pither menyebut, lantaran Komisi III ini membidangi infrastruktur maka pihaknya bakal mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk menyelesaikan pekerjaan jalan di Tanjakan Udin ini.

“Bila perlu ini juga akan kita usulkan menjadi jalan kabupaten karena menghubungkan antar kecamatan dan kabupaten/kota dari KBB ke Kota Cimahi,” sebutnya.

Oleh karena itu, pihaknya bakal usulkan jalan kabupaten, sehingga jalan yang menjadi poros desa ini benar-benar bisa diperhatikan.

“Dengan begitu masyarakat bisa melihat bahwa pemerintah masih peduli terhadap mereka,” imbuhnya.

Pither mengakui, upaya perbaikan jalan secara swadaya yang dilakukan masyarakat ini merupakan tamparan keras bagi legislatif Bandung Barat dan bagi pemerintah setempat.

“Jadi masyarakat bisa membuktikan bahwa mereka mampu membangun. Untuk itu saya sampaikan kepada Kepala Dinas PUTR untuk segera memperbaiki jalan-jalan semacam ini,” ujarnya.

Tak cuma itu, sambung Pither, ke depan pihaknya bakal memberikan program untuk perbaikan jalan tersebut senilai Rp200 juta pada tahun 2026 dengan penunjukan langsung.

“Tadi saya secara spontan juga memberikan bantuan sebesar Rp1 juta. Namun, ke depan kita alokasikan anggaran program perbaikan sebesar Rp200 juta di tahun 2026,” tandasnya.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *