Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Museum Prabu Siliwangi meluncurkan buku katalog keramik yang mendokumentasikan kekayaan koleksi benda bersejarah dari berbagai negara dan periode peradaban.
Penyusunan katalog ini melibatkan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selama tiga bulan terhadap hampir 350 koleksi keramik yang tersimpan di museum.
Koleksi keramik tersebut memiliki rentang usia yang panjang, mulai abad ke-8 Masehi hingga abad ke-20. Beragam keramik dari China, Eropa, Thailand, Inggris, Belanda, hingga Nusantara dipilih sebagai sampel representatif untuk mendokumentasikan jejak sejarah dan hubungan antardaerah maupun antarbangsa.
Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fath, KH Fajar Laksana, selaku perwakilan keluarga besar pewaris koleksi Museum Prabu Siliwangi, mengatakan penyusunan katalog dilakukan melalui proses penelitian dan penyeleksian untuk menentukan koleksi yang layak didokumentasikan.
Menurut Fajar, keberadaan keramik dari berbagai negara tersebut tidak sekadar menunjukkan kekayaan koleksi museum, tetapi juga menjadi sumber penting untuk menelusuri perjalanan sejarah, kebudayaan, dan perdagangan internasional yang telah berlangsung sejak berabad-abad silam.
“Sejumlah koleksi yang terdokumentasi berasal dari China, Inggris, Belanda, Thailand, serta Nusantara pada masa Kerajaan Majapahit. Keberadaan benda-benda tersebut menjadi bagian penting dalam penelusuran hubungan antardaerah dan antarbangsa yang telah berlangsung sejak berabad-abad silam,” kata Fajar, Rabu (14/10).
Ia menjelaskan, penerbitan katalog keramik memiliki arti penting dalam upaya mengungkap jejak peradaban di Indonesia. Melalui benda-benda bersejarah tersebut, masyarakat dapat mempelajari hubungan perdagangan dan interaksi budaya yang terjadi jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Dari abad ke-8 Masehi sudah terjadi perdagangan internasional. Sudah berkunjung dari beberapa negara ke Indonesia, dibuktikan dengan adanya keramik ini,” ungkapnya.
Fajar menilai, koleksi keramik tersebut menjadi bukti penting untuk memahami bahwa Nusantara telah terhubung dengan berbagai wilayah di dunia sejak masa lampau. Interaksi tersebut tidak hanya berlangsung melalui perdagangan, tetapi juga berpotensi memperlihatkan pertukaran budaya yang membentuk perjalanan sejarah masyarakat.
Koleksi keramik yang kini tersimpan di Museum Prabu Siliwangi merupakan warisan keluarga besar Raden Sumawinata. Benda-benda tersebut dikumpulkan dari peninggalan leluhur keluarga, kemudian dipelihara dan disimpan agar tetap terjaga sebagai bagian dari warisan sejarah.
Melalui penerbitan buku katalog ini, koleksi yang sebelumnya lebih banyak dipelajari melalui benda fisiknya kini memiliki dokumentasi tertulis yang dapat diakses sebagai sumber pengetahuan. Katalog tersebut diharapkan membantu masyarakat, peneliti, dan kalangan akademisi mengenali karakteristik serta latar belakang sejarah keramik dari berbagai periode peradaban.
Lebih dari sekadar dokumentasi, buku katalog ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi pelajar, santri, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Museum Prabu Siliwangi membuka peluang bagi lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, untuk menjadikan koleksi keramik sebagai objek pembelajaran sejarah dan kebudayaan.
Di sisi lain, peluncuran katalog ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata sejarah dan budaya di Kota Sukabumi. Pengembangan koleksi keramik sebagai bagian khusus dari Museum Prabu Siliwangi dinilai dapat menambah pilihan destinasi wisata edukatif bagi masyarakat setempat maupun wisatawan dari luar daerah.
“Ini akan menjadi tambahan keunggulan bagi Kota Sukabumi karena dibuat museum tersendiri yang disebut museum keramik dari Museum Prabu Siliwangi. Tentunya ini akan menjadi destinasi wisata baru dan menambah kunjungan wisata ke Kota Sukabumi,” tuturnya.
Dengan adanya katalog tersebut, Museum Prabu Siliwangi diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembelajaran dan pelestarian warisan budaya yang menghubungkan masyarakat masa kini dengan jejak peradaban masa lalu. (Fal)





