Teropong Indonesia, KAB. SUKABUMI – Secara administratif, Kecamatan Cisaat dipimpin oleh Camat Drs. Heri Sukarno dan memiiiki 13 Desa, yaitu, Desa Babakan, Cibatu, Cibolang Kaler, Cisaat, Gunungjaya, Kutasirna, Nagrak, Padaasih, Selajambe, Sukamanah, Sukamantri, Sukaresmi, dan Sukasari.
Dari 13 Desa itu, terdapat 48 Kedusunan, 136 Rukun Warga (RW) dan 514 Rukun Tetangga (RT). Sebagian besar desa di Kecamatan Cisaat berada di daerah dataran rendah denngan potensi pertanian dan agrowisata.
Kecamatan Cisaat memiliki tipologi wilayah berkembang. Sentra industri logam, dan ikan hias yang menjadi ikon wilayah tersebut.
Selain sentra industri kecil menengah (IKM) dan pertanian serta perikanan air tawar, Kecamatan Cisaat memiliki destinasi wisata, yakni Gunung Sunda, dan sentra pengrajin makanan ringan dari kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kecamatan Cisaat bertransformasi menjadi pusat pendidikan. Tiga perguruan tinggi berdiri di sana. Keberadaan perguruan tinggi telah menjadikan wilayah Kecamatan Cisaat, sebagai daerah padat.
Selain perguruan tinggi, di Kecamatan Cisaat, sarana pendidikan terdiri dari 41 Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta, 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta, 4 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta dan 7 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Itu sebabnya Kecamaan Cisaat menjadi wilayah strategis, karena memiliki pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, permukiman, sentra kerjainan IKM dan UMKM. Kecamatan Cisaat juga merupakan pintu gerbang destinasi wisata Gunung Gede Pangrango.

Tak hanya menjadi pintu gerbang destinasi wisata, Kecamatan Cisaat memiliki destinasi wisata seperti Gunung Sunda, Wisata Koi dan Wisata Taman Alun-alun Cisaat yang dilengkapi dengan Tugu Koi serta Tugu Adipura.
Kecamatan Cisaat yang merupakan bagian utara dari Kabupaten Sukabumi ini, juga di kenal sebagai wilayah padat populasi dengan jumlah penduduk berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Sukabumi sebanyak 18.398 jiwa pada tahun 2025.
Kecamatan Cisaat berada 60 kilometer (Km) dari pusat Pemkab Sukabumi yang berada di Palabuhanratu dan mudah dijangkau dari Kota Sukabumi.
Dengan berbagai potensi itu, Kecamatan Cisaat sempat “diincar” agar mau bergabung ke wilayah administrasi Kota bersama delapan kecamatan lain di daerah pemilihan empat (Dapil IV) Kabupaten Subaumi.
Posisi wilayah Kecamatan Cisaat, terletak pada ketinggian 500 – 550 m di atas permukaan laut (MDPL) dan berada di bagian Utara Kabupaten Sukabumi. Dari segi tata letak wilayah Kecamatan Cisaat berbatasan dengan Kecamtan KAdudampit di sebelah utara.
Kemudian berbatasan dengan Kecamatan Gunungguruh di sebelah Selatan dan berbatasan dengan Kota Sukabumi di sebelah Timur. Di sebalah Barat, Kecamatan Cisaat berbatasan dengan Cicantayan dan Kecamatan Caringin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi, luas wilayah Kecamatan Cisaat tercatat 21,49 km2 dan terletak 60 kilometer (Km) dari Ibu Kota Kabupaten Sukabumi Palabuhanratu.
Kecamatan Cisaat dikenal pula dengan sentra ikan air tawar, termasuk ikan hias jenis Koi yang berada di Cibaraja dan beberapa desa lainnya. Sektor perikanan ini melambungkan nama Kabupaten Sukabumi di tanah air.
Tak heran, ikan koi menjadi ikon Cisaat yang dibadikan dengan tugu tepat di depan Kantor Kecamatan Cisaat. Berikut Potensi yang tersebar di Kecamatan Cisaat.
Sentra Kerajinan Industri Kecil Menengah (IKM)
Cisaat terkenal akan industri kreatif logam dengan berbagai kerajinan dan produk. Salah satu produk kerajinan logam yang terkenal adalah alat pertanian Cibatu seperti cangkul, arit, parang dan golok hias.
Selain kerajinan itu, beberapa perajin industri logam Cisaat menjadi salah satu mitra perusahaan otomotif untuk suplay aksesoris.
Kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Tak hanya kerajinan logam, Kecamatan Cisaat juga menjadi sentra kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) makanan dan minuman.
Terdapat beberapa jenis makanan yang diproduksi oleh pelaku UMKM di sana, seperti sirup pala, manisan pala dan, kue cincin (kue ali) dan aneka kue kering lainnya. Produk UMKM Cisaat disebut-sebut sudah beredar ke berbagai daerah di Jawa Barat.

Kuliner
Di wilayah Kecamatan Cisaat, sedikitnya terdapat beberapa jenis kuliner, seperti kuliner angkirangan yang menyediakan pelabagai makanan ringan, warung nasi prasmanan dengan berbagai menu khas sunda.
Pertanian
Kecamatan Cisaat termasuk wilayah yang berkecimpung pada sektor pertanian hortikultura yang terbagi dalam beberapa jenis, seperti buah-buahan, sayur-mayur, dan biformaka.
Produksi tanaman sayuran terbesar di Kecamatan Cisaat adalah jenis sawi dengan jumlah sekali panen mencapai 5 ton lebih dari lahan 47 hektar. Selain sawi, sektor peratanian Kecamatan Cisaat juga dikenal menghasilkan cabai besar dan lain sebagainya.

Perikanan
Kecamatan Cisaat dikenal pula sebagai sentra pengembangikan air tawar dan ikan hias. Wilayah Cisaat, terkenal dengan pengembangan dan budidaya ikan hias Koi (Cyprinus rubrofuscus), ikan nila dan ikan mas.
Tak heran wilayah ini mengabdikan ikan koi sbagai simbol yang diabadikan lewat pemangunan tugu yang berada di depan Kantor Kecamatan Cisaat.
Sarana Transportasi
Sebagai penunjang destinasi wisata Gunung Gede Pangrango dan destinasi wisata lainnya di Cisaat maupun wilayah Kabupaten Sukabumi, Cisaat memiliki stasiun Kereta Api sebagai salah satu sarana transportasi dari Bogor-Sukabumi.
Wilayah ini juga menjadi perlintasan utama kendaraan umum baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Selain itu, terdapat dua trayek angkutan umum di wilayah tersebut, yakni trayek 08 yang melayani Cisaat-Kota Sukabumi.
Pun terdapat trayek penghubung destinasi wisata serta desa menuju pusat pemerintahan Cisaat, yakni trayek Cisaat-Kadudampit serta trayek Mangkalaya-Cisaat.

Pendidikan
Tiga perguruan tinggi berdiri di sana. Keberadaan perguruan tinggi telah menjadikan wilayah Kecamatan Cisaat, sebagai daerah padat.
Selain perguruan tinggi, di Kecamatan Cisaat, sarana pendidikan terdiri dari 41 Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta, 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta, 4 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta dan 7 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dengan adanya tiga pertuguran tinggi di wilayah itu, Cisaat menjadi tujuan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia seperti dari Sumatera Utara, Papua, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berbagai daerah lainnya.
Tak hanya dari Indonesia, dengan pertukaran pelajar, kampus yang ada di Kecamatan Cisaat dihuni mahasiswa dari luar negeri seperti dari Afrika Selatan, Thailand, Australia dan berberapa negara lainnya.
Asal Mula Nama Cisaat
Nama Cisaat disebut-sebut berasal dari kata Ci dan Saat. Ci artinya air, saat artinya kering. Dari cerita rakyat, penamaan Cisaat bermula saat Prabu Gagang Tanduran dan Putri Sekarwangi diperintahkan ayahnya untuk mencari saudaranya yang tengah bertapa.
Di tengah pencarian, Prabu Gagang Tandiran dan Putri Sekarwangi kehausan. Di tengah kehasuian itu, keduanya mendengar suara aliran air. Mereka lalu mencari sumber air itu namun tak ketemu.
Ternyata, mata air itu berada di dalam tanah dan harus digali agar bisa dimanfaatkan. Putri Sekarwangi kemudian berujar suatu saat tempat itu akan menjadi sebuah kampung, dan akan disebut Cisaat karena suara airnya ada tapi airnya tidak ditemukan. (Adv.)





