Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi sejak dilantik pada Februari 2025. Persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan menjadi penanda penting untuk membaca sejauh mana program yang dijalankan menjangkau warga dan menjawab kebutuhan kota.
Lembaga Riset Indonesia Strategic Institute (INSTRAT) merilis hasil survei terbaru yang memotret tingkat pengenalan publik sekaligus kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Cimahi di bawah kepemimpinan Ngatiyana dan Adhitia Yudhistira.
Survei dilakukan pada 12–15 Februari 2026 dengan melibatkan 450 responden yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Cimahi. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka (face to face interview) dengan margin of error sebesar 4,57 persen.
Direktur Politik INSTRAT, Henry Baskoro menyebutkan mayoritas warga Cimahi telah mengenal figur wali kota dan wakil wali kota. Sebanyak 92 persen responden mengetahui nama Ngatiyana, sementara 89,6 persen mengenal Adhitia Yudhistira.
Namun, ketika pertanyaan dipersempit pada pengetahuan responden soal jabatan keduanya saat ini, angkanya sedikit menurun.
“Saat ditanyakan pertanyaan lebih awal apakah mengetahui nama Wali kota dan Wakil Wali kota saat ini, terekam lebih kecil sebesar 79 persen untuk Walikota Ngatiyana, sedangkan 75,6 persen untuk Wakil Walikota Adhitia Yudisthira,” kata Henry dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/25).
Menurut Henry, temuan ini menunjukkan masih ada sebagian warga yang mengenal sosok Ngatiyana dan Adhitia, tetapi belum sepenuhnya menyadari posisi formal keduanya sebagai kepala dan wakil kepala daerah Cimahi.
Dari sisi kepuasan, survei mencatat mayoritas warga menilai kinerja Pemerintah Kota Cimahi selama satu tahun terakhir berada pada level positif. Sebanyak 82,7 persen responden menyatakan puas, 9,8 persen tidak puas, dan 7,5 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Penilaian serupa muncul ketika responden diminta membandingkan kinerja pemerintahan saat ini dengan periode sebelumnya. Sebanyak 76,9 persen menyebut kondisi semakin baik, 17,3 persen menilai tidak ada perubahan, dan hanya 0,7 persen yang menilai semakin buruk. Sisanya, 5,1 persen, tidak memberikan jawaban.
“Sedangkan terkait responsifitas pemerintah Kota Cimahi saat ini jika dibandingkan dengan pemerintahan Kota Cimahi periode sebelumnya, sebanyak 76,7% menilai Respon Pemkot Cimahi saat ini semakin baik, 21,7 persen sama saja, dan hanya 1,6 persen menilai semakin buruk,” tuturnya.
Secara personal, tingkat kepuasan terhadap kinerja Wali Kota Cimahi juga terbilang tinggi. Survei menunjukkan 85,6 persen responden puas terhadap kinerja Ngatiyana, sementara 5,8 persen menyatakan tidak puas dan 8,6 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Sementara itu, penilaian terhadap Wakil Wali Kota Cimahi bahkan sedikit lebih tinggi.
“Adapun sosok Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudisthira, mayoritas masyarakat menyatakan puas dengan kinerja Wakil Walikota Cimahi secara keseluruhan selama ini, yaitu sebesar 89,6%,” tegas Henry.
Adapun responden yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja Adhitia tercatat sebesar 4,9 persen, sedangkan 5,5 persen lainnya tidak memberikan jawaban.
Meski demikian, Henry menegaskan tingginya tingkat kepuasan publik tidak menutup adanya kritik dan catatan penting dari masyarakat.
“Diantara kritik saran yang disampaikan masyarakat antara lain misalnya, informasi program dan layanan pemkot Cimahi perlu ditingkatkan agar lebih merata, sehingga masyarakat menjadi tahu dan dapat berpartisipasi pada program atau mengakses layanan yang ada,” ujar dia.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti sejumlah isu strategis yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius, mulai dari perluasan kesempatan kerja, penanganan sampah dan banjir, hingga penguatan sektor UMKM, khususnya pemberdayaan perempuan.
“Juga Perluasan UMKM dengan pemberdayaan para Ibu, lalu Program dan layanan yang berpihak pada kelompok rentan, selanjutnya Menumbuhkan ruang kreatif anak muda, serta Perluasan akses layanan Kesehatan dengan klinik keliling, dan Peningkatan beasiswa pendidikan bagi masyarakat kota Cimahi,” tandasnya. (Gani Abdul Rahman)





