Teropong Indonesia, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan wilayahnya hingga saat ini masih berstatus bebas rabies. Kepastian tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus gigitan anjing di kawasan Warung Muncang yang sempat viral dan memicu keresahan warga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, memastikan setiap laporan gigitan hewan penular rabies (HPR) langsung ditangani secara cepat dan sesuai standar operasional yang berlaku secara nasional.
Dalam kasus di Warung Muncang, tim DKPP bergerak tanpa menunggu polemik meluas. Anjing yang dilaporkan menggigit langsung diobservasi selama 14 hari, sesuai prosedur pemantauan rabies.
“Masa observasi 14 hari itu penting untuk memastikan ada atau tidaknya gejala klinis rabies. Selama periode tersebut, kondisi hewan dipantau ketat,” tegas Gin Gin saat dikonfimasi via telpon, Kamis (19/2/2026).
Hasil observasi menyatakan anjing tersebut dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala rabies. Dengan demikian, korban dipastikan tidak terpapar virus dan tidak memerlukan penanganan lanjutan terkait rabies.
Pemkot Bandung menilai penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Karena itu, pemerintah menekankan bahwa setiap kasus ditangani berbasis prosedur ilmiah, bukan asumsi atau spekulasi.
Meski situasi dinyatakan aman, kewaspadaan tetap ditingkatkan. DKPP mengintensifkan vaksinasi hewan peliharaan, khususnya anjing, kucing, dan kera, sebagai langkah preventif utama untuk mempertahankan status bebas rabies.
Selain itu, koordinasi diperkuat dengan puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan guna memastikan setiap korban gigitan hewan mendapat penanganan awal secara cepat dan tepat. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila mengalami atau menyaksikan kasus gigitan HPR agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Gin Gin mengingatkan warga untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya. Ia menegaskan pentingnya laporan resmi kepada dinas terkait agar setiap kasus dapat ditangani secara terukur dan transparan.
“Dengan pengawasan berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat, kami optimistis status bebas rabies di Kota Bandung dapat terus dipertahankan,” ujarnya. (Gani Abdul Rahman)





