Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Upaya menanamkan kesadaran bahaya kebakaran sejak usia dini terus digencarkan. Tim Sosialisasi dan Pelatihan Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menggelar kegiatan pencegahan dan penyuluhan kebakaran di SDN Baros Mandiri 4, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 120 siswa, 10 guru, serta sejumlah orang tua siswa. Selain memperkenalkan profesi pemadam kebakaran, tim Damkar juga memberikan edukasi komprehensif mengenai tugas dan tanggung jawab petugas pemadam, termasuk penanganan kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, menegaskan bahwa edukasi semacam ini penting untuk membentuk kesiapsiagaan masyarakat sejak dini.
“Kami memberikan sosialisasi dan pelatihan dengan metode edukatif agar siswa memahami tugas pemadam kebakaran sekaligus mengetahui langkah-langkah pencegahan kebakaran,” ujar Aep.
Ia menjelaskan, salah satu fokus materi adalah bahaya kebakaran akibat kebocoran tabung gas yang kerap terjadi di rumah tangga. Menurutnya, pemahaman dasar tentang potensi risiko dan cara penanganan awal dapat meminimalisir dampak kebakaran.
Tak hanya teori, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung penanggulangan kebakaran menggunakan metode tradisional. Antusiasme siswa terlihat saat mereka berinteraksi langsung dengan peralatan pemadam dan menyaksikan simulasi pemadaman.
Dalam kegiatan tersebut, tim Damkar menurunkan sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya mobil unit pancar, perlengkapan penanggulangan kebakaran, pakaian khusus pemadam, drum pembakaran, serta bahan bakar minyak (BBM) untuk simulasi.
Tim yang terlibat terdiri dari instruktur dan pemateri, tim dokumentasi dan safety, peraga, tim pencegahan, serta tim penanggulangan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan aman.
Aep menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi bagian dari langkah preventif membangun budaya sadar bahaya kebakaran di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya kebakaran dan cara penanggulangannya, sekaligus mengenalkan profesi pemadam kebakaran sebagai profesi yang mulia dan membanggakan,” tandasnya. (Gani Abdul Rahman)





