Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI — Di tengah kesederhanaan lingkungan Limusnunggal RT 03 RW 06, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Anita Fajarianti, turun langsung menyapa warganya dalam kegiatan reses masa persidangan ke-2 Tahun Sidang 2025–2026, Jumat (6/2/2026).
Reses tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang perjumpaan penuh empati antara wakil rakyat dan masyarakat di akar rumput. Anita duduk bersama warga, mendengarkan satu per satu keluhan yang selama ini terpendam, dari persoalan kebijakan hingga dampaknya yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu aspirasi yang mencuat adalah kerinduan warga akan kehadiran pimpinan daerah Wali Kota Sukabumi.
“Warga Limusnunggal menyampaikan kegelisahan karena merasa wilayah mereka jarang tersentuh sosialisasi langsung dari Wali Kota Sukabumi,” tuturnya
Tak kalah menyentuh, keluhan warga juga mengarah pada lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai memberatkan. Anita menuturkan, warga terkejut karena pajak tanah mereka melonjak drastis, dari semula sekitar Rp82 ribu menjadi hampir Rp1 juta, padahal lokasi dan kondisi tanah dinilai sama dengan milik tetangga lainnya.
“Kenaikan ini dipicu dampak pembangunan Jalur Lingkar Selatan. Bagi warga yang tinggal dan tidak berniat menjual tanah, kenaikan ini justru menjadi beban berat,” ungkap Anita.
Aspirasi keberatan tersebut, kata dia, telah disampaikan warga kepada pihak kelurahan dan akan terus ia kawal.
Masalah lain yang tak kalah krusial adalah ancaman banjir dan derasnya aliran air yang kerap mengganggu aktivitas warga. Berdasarkan laporan Ketua RW dan dokumentasi video yang diterimanya, Anita menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius lintas instansi.
“Saya ingin turun langsung bersama PUTR dan BPN untuk melihat kondisi lapangan. Ini menyangkut keselamatan warga. Tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Selain itu, warga juga menyoroti tingginya lalu lintas kendaraan di jalur lingkar selatan yang minim fasilitas keselamatan.
Warga berharap adanya jembatan penyeberangan demi keselamatan bersama.
Dalam kesempatan itu, Anita juga menaruh perhatian pada potensi generasi muda, khususnya mahasiswa yang ingin mandiri melalui usaha perikanan.
Menurutnya, semangat mahasiswa untuk berwirausaha harus didukung, terlebih dengan kedekatan wilayah dengan kampus seperti IPB yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya perikanan.
Meski berada di Komisi I DPRD, Anita menegaskan tidak akan menutup mata. Ia akan mengkomunikasikan aspirasi tersebut kepada rekan-rekannya di Komisi II, karena menyangkut perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar merupakan konstituennya.
“Mahasiswa punya semangat luar biasa untuk usaha sendiri. Ini harus disupport, karena lapangan kerja semakin sempit. Perikanan bisa menjadi jalan masa depan mereka,” ujarnya penuh harap.
Menutup kegiatan reses, dengan ketulusan hati, Anita Fajarianti menyisihkan sebagian rezekinya. Ia mengumpulkan dan membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan.
Bantuan itu mungkin tak seberapa, namun sarat makna: bukti bahwa kehadiran wakil rakyat bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga untuk berbagi dan merasakan langsung denyut kehidupan masyarakatnya. (fal)





