Teropong Indonesia, KAB. BANDUNG BARAT — Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi masih melakukan verifikasi terhadap laporan yang menyebutkan sebanyak 23 prajurit TNI Angkatan Darat diduga masuk dalam daftar orang hilang akibat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Juru Bicara Kodam III/Siliwangi, Mahmuddin, menegaskan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. Proses pengecekan masih dilakukan secara intensif di lapangan bersama satuan setempat dan tim gabungan lintas instansi.
“Informasi yang beredar masih kami dalami. Saat ini fokus utama adalah pencarian dan evakuasi korban, namun kondisi cuaca dan medan sangat membatasi pergerakan,” kata Mahmuddin,
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang membuat material longsor belum stabil, sehingga alat berat belum dapat dikerahkan secara maksimal. Jarak antara titik longsor di bagian atas dengan area terdampak di bawah yang mencapai sekitar dua kilometer juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Sementara itu, para penyintas bencana telah dievakuasi dan mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, serta relawan terus bersiaga sambil menunggu kondisi cuaca membaik agar upaya evakuasi dapat dilanjutkan dengan aman.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, tercatat delapan orang meninggal dunia, 23 orang selamat atau mengalami luka-luka, dan sekitar 83 orang masih dilaporkan hilang. Aparat mengingatkan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses verifikasi lanjutan bersama keluarga korban dan perangkat desa.
Secara keseluruhan, sekitar 114 hingga 123 warga terdampak, dengan 37 keluarga mengungsi dan sedikitnya 20 rumah tertimbun material longsor.
Terpisah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta per keluarga terdampak. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi biaya sewa hunian sementara serta pemenuhan kebutuhan hidup selama dua bulan ke depan.
“Keselamatan warga dan pemulihan pascabencana menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” ujar Dedi. (Gani Abdul Rahman)





