Ragam  

Pawon Sengon dan CV Jangulee Inisiasi Penghijauan Dengan Penanaman 1.000 Bibit Pohon

Pewarta : Steven Gervan

‎Teropong Indonesia – Sumedang-, Pemilik Pawon Sengon, H. Taufiq Gunawansyah, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian alam melalui aksi penanaman 1.000 batang pohon di Desa Paseh Kaler, Kecamatan Conggeang, Rabu (10/12). Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan program reklamasi kawasan Pawon Sengon, yang selama ini menjadi pusat kegiatan lingkungan masyarakat setempat.

‎Taufiq yang juga mewakili CV Jangulee, menyatakan bahwa penanaman pohon ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan komitmen terhadap perlindungan lingkungan. Menurutnya, menjaga ekosistem bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.

‎“Menanam pohon adalah cara kita menjaga keseimbangan alam. Saya ingin memastikan bahwa lahan-lahan yang pernah rusak dapat pulih kembali dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga,” kata Taufiq di sela kegiatan.

‎Ia juga menegaskan bahwa penghijauan ini merupakan bentuk kesadaran kolektif. Taufiq berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan.

‎Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumedang H. Sidik Jafar, unsur Komisi II dan IV DPRD, jajaran DLHK, serta Forkopimcam Conggeang. Kehadiran para pejabat daerah menjadi sinyal kuat bahwa upaya pelestarian lingkungan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

‎Ketua DPRD, H. Sidik Jafar, mengapresiasi langkah Taufiq dan pihak penyelenggara. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk memperbaiki kondisi lahan, tetapi juga menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

‎“Ini kerja luar biasa. Saya berharap gerakan seperti ini terus diperluas ke wilayah lain di Sumedang,” ucapnya.

‎Dengan penanaman 1.000 pohon tersebut, masyarakat setempat berharap kawasan Conggeang dapat menjadi ruang hijau yang lebih sehat dan nyaman, sekaligus membantu mengurangi risiko bencana lingkungan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *