Di Balik Gemuruh Mesin: Kisah Persaudaraan dan Pelestarian Budaya di Anniversary BBMC Indonesia ke-37

Ratusan motor antik berjejer rapi, menjadi saksi bisu perjalanan panjang BBMC dalam merajut persaudaraan.

TEROPONG INDONESIA – Debu beterbangan, aroma knalpot bercampur dengan wangi dupa, dan tawa riang menggema di Lapangan Pussenif, Bandung. Di tengah hiruk pikuk itu, Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-37.

Bukan sekadar pesta para pecinta motor, acara ini adalah perayaan persaudaraan, pelestarian budaya, dan semangat untuk terus berkontribusi pada masyarakat.

Sabtu (22/11/2025) itu, Lapangan Pussenif disulap menjadi panggung kebersamaan. Ratusan motor antik berjejer rapi, menjadi saksi bisu perjalanan panjang BBMC dalam merajut persaudaraan. Sekitar 900 undangan dari berbagai klub motor dan komunitas pecinta motor antik non-skuter hadir, datang dari berbagai chapter di Indonesia, bahkan dari mancanegara.

Di balik gagahnya jaket kulit dan deru mesin motor, tersimpan hati yang peduli. Sebelum acara puncak, BBMC telah menanam 2.662 pohon di Cikole, Lembang, sebagai wujud nyata komitmen terhadap lingkungan.

Mengusung tema “Rhythm of the Road”, BBMC ingin menegaskan bahwa mereka bukan hanya sekadar komunitas motor, tetapi juga agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, budaya, dan seni.

Harmoni dalam Perbedaan: Kolaborasi Seni Tradisional dan Modern

Panggung utama menjadi saksi bisu kolaborasi seni yang memukau. Tarian Sunda yang gemulai berpadu dengan atraksi barongsai yang lincah, sementara alunan musik modern menambah semarak suasana.

Semua perbedaan itu melebur menjadi satu, menciptakan harmoni yang indah.

“Acara hari ini tidak hanya hura-hura, band, musik, tapi mengangkat budaya dan bukan hanya Sunda meski kami ada di Bandung. Kan saudara kami ada di mana-mana, makanya ditampilkan seni pertunjukan lain, sehingga melalui budaya bisa mempererat tali persaudaraan,” ujar El Presidente BBMC, Jhoni Achmad Zakaria, atau yang akrab disapa Jhoni be Good.

Simbol Persatuan: Pataka Majapahit “Bersemayam” di Bandung

Salah satu momen paling mengharukan adalah kirab Pataka dari Mojokerto, Jawa Timur, ke Bandung pada Senin (17/11/2025). Sepuluh Pataka dari era Majapahit kini “bersemayam” di club house Wonder Chapter Bandung.

Jhoni menjelaskan bahwa simbolisasi ini menunjukkan bahwa BBMC tidak hanya sebagai komunitas motor, tetapi juga penjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ya, kami welcome! Ini menunjukkan bahwa kita bersaudara tanpa melihat latar belakang etnis, suku, profesi, dan agama. Pataka di club house Bandung bisa dilihat oleh umum yang ingin mengetahui dari dekat,” tegasnya.

Menjelajahi Jawa Tengah dan Bali: Agenda Seru BBMC di Tahun 2026

Tahun 2026 menjanjikan petualangan yang lebih seru. Pada 31 Januari, BBMC akan menggelar Wingday di Jawa Tengah yang terbuka untuk umum dengan berbagai jenis motor.

Konsepnya adalah semi rally dengan rute misterius yang akan memacu adrenalin para peserta.

Puncak perayaan HUT ke-38 BBMC Indonesia pada 13 Juni 2026 akan digelar di Pantai Lovina, Bali Utara. Jhoni berharap acara ini dapat mempromosikan keindahan Pantai Lovina dan menarik lebih banyak wisatawan.

“Tahun depan, semua member dari seluruh chapter akan riding ke Bali bareng-bareng. Itu akan jadi momen kebersamaan yang tak terlupakan!” serunya.

BBMC Indonesia membuktikan bahwa komunitas motor bukan hanya tentang kecepatan dan adrenalin, tetapi juga tentang persaudaraan, pelestarian budaya, dan kontribusi positif bagi masyarakat.

Di balik gemuruh mesin, tersimpan hati yang tulus untuk terus berkarya dan menginspirasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *