Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menggelar seminar psikologi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya meningkatkan kesehatan mental dan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan yang diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai tingkatan instansi ini berlangsung di Aula Gedung A Pemkot Cimahi dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) yang telah berpengalaman dalam bidang psikologi dan konseling ASN. Melalui kegiatan ini, Pemkot Cimahi berupaya mengantisipasi serta mendeteksi sejak dini potensi gangguan mental yang dapat memengaruhi kinerja aparatur.
“Tujuan utama seminar ini adalah mendalami kondisi kesehatan mental ASN di Kota Cimahi agar mereka dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa terganggu tekanan atau stres berlebih,” ujar Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutannya.
Ngatiyana menegaskan pentingnya kesehatan mental bagi ASN sebagai modal utama dalam melayani masyarakat dengan empati, kesabaran, dan profesionalitas. Menurutnya, ASN dengan kondisi mental yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan dan dinamika pekerjaan di lapangan.
“Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Cimahi akan menempatkan ASN yang terindikasi mengalami gangguan mental pada pekerjaan yang lebih ringan. Langkah ini diambil untuk mencegah kondisi mereka semakin memburuk sekaligus memberikan ruang pemulihan,” tambahnya.
Ia berharap melalui seminar ini, Pemkot Cimahi dapat memetakan kondisi mental ASN dan menyiapkan program lanjutan untuk peningkatan kesejahteraan psikologis mereka.
Sementara itu, Plt. Kepala BKPSDM Kota Cimahi, Siti Fatonah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas ASN, khususnya dalam hal pengelolaan stres dan keseimbangan antara tuntutan kerja dengan kesejahteraan pribadi.
“Seminar ini diikuti sekitar 100 peserta secara langsung di Gedung A, sementara sekitar 30 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk para guru mengikuti secara hybrid melalui kanal YouTube dan Zoom Meeting,” jelas Siti.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Unjani dipilih karena universitas tersebut telah lama bermitra dengan BKPSDM dalam penanganan kasus dan konseling bagi ASN.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu ASN memahami pentingnya kesehatan mental, mengenali tanda-tanda awal stres, serta menerapkan cara pengelolaan emosi yang sehat. Dengan demikian, ASN Cimahi dapat bekerja lebih optimal tanpa mengalami burnout,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Cimahi menegaskan komitmennya dalam membangun birokrasi yang sehat, tangguh, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat.
“Kesehatan mental ASN adalah kunci bagi terciptanya pelayanan publik yang berkualitas dan kehidupan masyarakat Cimahi yang lebih sejahtera,” tutup Ngatiyana. (Gani Abdul Rahman)





