Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi tengah menyiapkan langkah kolaboratif bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) guna memperkuat upaya rehabilitasi dan pemberdayaan mantan penyalahguna narkoba.
Kerja sama ini dirancang untuk memberikan pelatihan keterampilan (life skill) agar para penyintas narkoba dapat kembali produktif dan tidak terjerumus ke lingkaran penyalahgunaan.
Kepala BNN Kota Cimahi, Yulius Amra, menuturkan bahwa salah satu penyebab banyaknya mantan penyalahguna kembali ke kebiasaan lama adalah karena mereka tidak memiliki kegiatan atau penghasilan tetap.
Karena itu, pelatihan keterampilan menjadi bagian penting dari strategi rehabilitasi berbasis kemanusiaan yang diusung pihaknya.
“Kita mungkin tahun depan akan koordinasi dengan Disnaker. Kita ingin ada pembinaan bagi mereka yang sudah sadar dan sembuh, agar diberi keterampilan untuk bisa berpenghasilan. Intinya supaya mereka punya kesibukan dan tidak kembali ke lingkungan yang salah,” ujar Yulius di Kantor BNN Kota Cimahi.
Menurut Yulius, BNN Cimahi menekankan pendekatan War on Drugs for Humanity, yang menempatkan penyalahguna bukan sebagai pelaku kriminal, melainkan korban dari peredaran gelap narkotika.
Melalui program Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang melibatkan Polres, Kejaksaan, BAPAS, tenaga medis, dan pihak sekolah, BNN menilai setiap kasus untuk menentukan apakah seseorang perlu direhabilitasi atau diproses hukum.
“Kalau mereka murni penyalahguna dan tidak terlibat jaringan, mereka kita arahkan ke rehabilitasi. Bisa rawat inap di rumah sakit yang bekerja sama dengan BNN, atau rawat jalan di bawah pengawasan kami,” jelasnya.
Selain langkah rehabilitasi, BNN Cimahi juga menjalankan berbagai upaya pencegahan. Sosialisasi bahaya narkoba digelar rutin, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi, disertai program Ketahanan Keluarga dan pembentukan Keluarga Bersinar (Bersih Narkoba).
Namun Yulius menegaskan, langkah pencegahan tak cukup hanya dengan edukasi. BNN berupaya memperluas peran masyarakat dan dunia usaha melalui sinergi dengan instansi lain, termasuk Disnaker, agar para mantan pengguna mendapat kesempatan kedua dalam hidupnya.
“Program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat akan terus kami dorong. Kita ingin mereka yang sudah sembuh bisa mandiri, punya keterampilan, dan berdaya ekonomi. Itu yang sedang kita bangun lewat kerja sama dengan Disnaker,” tutur Yulius. (Gani Abdul Rahman)





