Kadisporapar Sukabumi Sesalkan Kekisruhan Kegiatan Perwatusi di Plaza Balai Kota

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, menyayangkan terjadinya kekisruhan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Warga Tulang Sehat Seluruh Indonesia (Perwatusi) di Plaza Balai Kota Sukabumi pada Minggu (5/10/2025).

Rahmat menyampaikan hal itu saat ditemui di Kantor Disporapar, Senin (6/10/2025).

“Ya, saya dengar juga. Insyaallah kalau bisa, sebaiknya dilakukan musyawarah terlebih dahulu. Kemarin juga sudah diarahkan supaya panitia memenuhi hak para peserta. Panitia pun sudah menyatakan siap, baik secara materi maupun nonmateri, untuk memenuhinya,” ujar Rahmat.

Sebelumnya, Perwatusi Kota Sukabumi menggelar kegiatan dalam rangka Hari Osteoporosis Nasional dan Hari Sumpah Pemuda tahun 2025 di Plaza Balai Kota Sukabumi. Acara tersebut mencakup gebyar UMKM, senam massal, dan fun run.

Namun, kegiatan fun run justru diwarnai protes dari sejumlah peserta yang merasa kecewa karena hak mereka, seperti hadiah dan medali, tidak dipenuhi oleh panitia.

“Adanya protes itu karena panitia tidak memenuhi kewajibannya. Salah satu penyebab kekisruhan memang terkait hadiah dan medali,” ungkap Rahmat.

Rahmat menilai, kekisruhan tersebut terjadi karena persiapan panitia yang kurang matang dan tidak detail.

“Peristiwa ini menjadi perhatian bagi Kota Sukabumi. Siapa pun yang akan melaksanakan kegiatan, bukan hanya Pemda, harus memastikan persiapan yang matang dan detail — siapa berbuat apa, bagaimana, dan kapan,” tegasnya.

Rahmat juga menegaskan bahwa kegiatan fun run tersebut bukan kegiatan resmi Pemerintah Daerah (Pemda), melainkan sepenuhnya diselenggarakan oleh Perwatusi Kota Sukabumi.

“Pemerintah daerah hanya sebatas memberikan izin pelaksanaan kegiatan yang meliputi gebyar UMKM, senam massal, dan fun run,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran Wakil Wali Kota Sukabumi Budi Maulana dan dirinya dalam acara tersebut hanya sebatas memenuhi undangan panitia. Hadir pula perwakilan dari DPP dan DPW Perwatusi Jawa Barat, serta Dewan Penasehat BPJS Kesehatan Pusat yang datang langsung ke Sukabumi.

Menurut Rahmat, izin diberikan karena kegiatan tersebut memiliki skala cukup besar, bahkan melibatkan peserta dari luar kota.

“Levelnya cukup tinggi, bisa dikatakan tingkat nasional. Ada peserta dari Cimahi, Bogor, Depok, bahkan Tangerang,” katanya.

Rahmat juga menegaskan, selama ini komunikasi antara Pemkot Sukabumi dan Perwatusi berjalan baik.

“Selama ini kerja sama kami dengan Perwatusi cukup bagus, bahkan mereka turut mengharumkan nama Kota Sukabumi. Karena itu kami berikan izin untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Disporapar langsung berkoordinasi dengan pihak Perwatusi dan panitia agar segera memberikan klarifikasi resmi atas insiden tersebut.

“Saya sudah meminta kepada Perwatusi Kota Sukabumi dan panitia agar membuat klarifikasi secara resmi atas nama lembaga, serta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, peserta, dan Pemkot Sukabumi,” jelas Rahmat.

Selain klarifikasi, pihaknya juga meminta agar hak-hak peserta segera dipenuhi.

“Alhamdulillah, untuk hadiah sudah diselesaikan dan diberikan kepada para pemenang. Tinggal medali finisher yang akan dikirim ke rumah masing-masing peserta,” tuturnya.

Terkait adanya kabar bahwa sejumlah peserta berencana melaporkan panitia ke pihak kepolisian, Rahmat mengaku sempat mendengarnya namun berharap persoalan ini diselesaikan secara musyawarah.

“Saya juga dengar kabar itu. Tapi sebaiknya dimusyawarahkan dulu. Yang penting hak peserta dipenuhi,” pungkasnya. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *