Ragam  

CKG Sekolah Jadi Strategi Kota Cimahi Bangun Generasi Sehat dan Tangguh Sejak Dini

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Pemerintah Kota Cimahi memanfaatkan momentum Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah sebagai strategi jangka panjang dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan pelajar. Lebih dari sekadar pemeriksaan medis rutin, program ini dirancang untuk menjadi fondasi penguatan kesehatan fisik dan mental generasi muda sebagai investasi masa depan kota.

Dalam pelaksanaan CKG yang digelar di SMPN 6 Cimahi, Jalan Gatot Subroto, Jumat (22/8), ratusan siswa mengikuti rangkaian pemeriksaan komprehensif yang meliputi kesehatan mata, gigi, telinga, tekanan darah, kebugaran, hingga kesehatan mental. Pemeriksaan ini dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan Kota Cimahi bekerja sama dengan Puskesmas Cimahi Tengah.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyebut program CKG Sekolah sebagai langkah preventif dan edukatif yang terintegrasi. “Kami ingin memastikan anak-anak Cimahi tumbuh sehat, siap menghadapi tantangan zaman, dan terhindar dari masalah kesehatan yang bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.

Salah satu temuan menonjol dalam kegiatan ini adalah meningkatnya keluhan gangguan mata, yang disinyalir terkait dengan tingginya paparan layar gawai di kalangan pelajar.

Alih-alih hanya mengkritisi kebiasaan anak-anak, Pemkot Cimahi menempuh pendekatan strategis dengan deteksi dini, edukasi digital hygiene, dan kolaborasi lintas sektor termasuk peran aktif orang tua di rumah.

“Kami sudah menerapkan aturan larangan membawa HP ke sekolah. Namun di luar sekolah, ini menjadi tanggung jawab bersama, terutama keluarga,” jelas Ngatiyana.

Strategi ini dianggap penting di tengah realitas kehidupan digital saat ini, di mana anak-anak hidup berdampingan dengan teknologi. Pemeriksaan mata dan edukasi gaya hidup sehat diharapkan bisa menyeimbangkan dampak penggunaan teknologi terhadap kesehatan pelajar.

Menariknya, CKG juga menyasar aspek kesehatan mental dan reproduksi. Salah satu siswa, Alvira Naila (14), mengapresiasi kegiatan ini karena bisa lebih memahami kondisi emosional dan mentalnya. “Saya baru tahu ternyata overthinking juga bagian dari yang perlu diperiksa. Ini penting banget sekarang,” katanya.

Untuk siswa perempuan kelas IX, Pemkot Cimahi juga menyisipkan program imunisasi HPV, sebagai langkah preventif terhadap risiko kanker serviks. “Vaksin HPV ini bentuk perlindungan jangka panjang bagi remaja perempuan kita,” tambah Ngatiyana.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, mengungkapkan, CKG Sekolah menargetkan 75.669 siswa dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Dari kegiatan ini, data kesehatan siswa akan menjadi dasar rujukan layanan kesehatan lanjutan.

“Jika ditemukan gejala, seperti gangguan penglihatan atau gejala penyakit lainnya, akan dirujuk ke puskesmas. Biaya pengobatan bisa ditanggung oleh BPJS,” jelasnya saat dikonfirmasi via telpon, Minggu, 24/08/2025.

Mulyati menambahkan, program ini juga menjadi bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan berbasis data. “Kami bisa melihat tren kesehatan anak-anak di Cimahi, sehingga penanganannya lebih tepat sasaran,” tuturnya.

Melalui program CKG, Cimahi membangun transformasi sistem kesehatan sekolah: dari pendekatan kuratif menuju preventif. Di saat banyak kota masih bersifat reaktif terhadap masalah kesehatan anak, Cimahi mengambil posisi sebagai kota yang berpikir ke depan.

Dengan pemeriksaan terjadwal, edukasi kesehatan holistik, hingga keterlibatan keluarga dan sekolah, “CKG bukan hanya soal cek kondisi fisik, tapi investasi strategis untuk mencetak generasi yang sehat, sadar diri, dan tangguh menghadapi masa depan”, pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *