SMKN 3 Cimahi Hadirkan Pengalaman Industri Lewat Pameran Kuliner di Tillu Coffee & Eatery

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Suasana berbeda terasa di Tillu Coffee & Eatery, Jumat (22/8/2025), saat para siswa kelas XI Kuliner SMKN 3 Cimahi memamerkan hasil karya mereka dalam sebuah pameran kuliner terbuka untuk umum.

Pameran bertajuk Culinary Display Kreasi Rasa Inovasi Karya ini bukan sekadar unjuk rasa memasak, melainkan bagian dari metode pembelajaran berbasis praktik industri.

Kegiatan ini merupakan puncak dari sistem pembelajaran Blok Produktif yang diterapkan selama satu setengah bulan, di mana para siswa fokus mendalami mata pelajaran kuliner. Tak hanya memasak, mereka juga belajar mengelola usaha, menyusun strategi pemasaran, hingga melayani langsung pelanggan layaknya di dunia kerja sesungguhnya.

“Kami ingin siswa tidak hanya jago di dapur, tapi juga paham alur bisnis kuliner secara nyata. Maka dari itu, mereka kami libatkan penuh dalam operasional kafe,” jelas Widya Widina, Kepala Program Keahlian Kuliner SMKN 3 Cimahi.

Dari Bahan Mentah hingga Kasir, Semua Dikelola Siswa, Dalam pameran ini, berbagai produk disajikan, mulai dari fruit carving, kue-kue modern, makanan khas Nusantara, hingga kuliner bergaya barat. Semua proses produksi dilakukan oleh siswa dari persiapan bahan, pengolahan, hingga penjualan.

Tiara Putri Wulandari, salah satu peserta pameran, mengaku semakin percaya diri dan termotivasi sejak menjalani sistem pembelajaran ini.

“Dulu hanya hobi masak, tapi setelah masuk jurusan kuliner, saya jadi tahu bagaimana mengolah makanan secara profesional, termasuk belajar kewirausahaan,” ungkap siswi asal Ngamprah ini.

Selain mengasah keterampilan, kegiatan ini juga menanamkan jiwa bisnis. Produk-produk hasil kreasi siswa dijual langsung kepada pengunjung. Keuntungan penjualan akan dikelola kembali oleh sekolah untuk mendukung kegiatan praktik selanjutnya.

Anggun Armanda, siswa lain yang turut serta, menyebutkan bahwa proses praktik sudah dimulai sejak kelas X, namun lebih intensif dilakukan di kelas XI.

“Selama tiga bulan terakhir, kami praktik terus di kafe. Jadi benar-benar terasa belajar sambil kerja,” tuturnya.

Menghadirkan Simulasi Dunia Industri di Sekolah, Pameran ini merupakan bagian dari teaching factory sebuah pendekatan pembelajaran yang mensimulasikan suasana industri secara nyata di lingkungan sekolah.

Mulai dari peran sebagai juru masak, barista, hingga kasir, seluruh operasional kafe dikelola langsung oleh para siswa.

Menurut Widya, pendekatan ini terbukti meningkatkan semangat belajar siswa. “Mereka merasa lebih terlibat dan senang. Bahkan beberapa produk mereka sudah mulai menerima pre-order dari masyarakat umum,” jelasnya.

Pameran ini juga dibuka untuk umum, sebagai sarana promosi sekaligus pembelajaran interaktif bagi adik kelas maupun masyarakat luar yang ingin melihat langsung potensi dan kreativitas siswa SMKN 3 Cimahi.

Lebih dari Sekadar Ujian Praktik, Widya menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar ujian praktik, tetapi juga bentuk nyata kolaborasi lintas mata pelajaran yang menghasilkan pengalaman holistik bagi siswa.

“Kami harap lewat metode seperti ini, kompetensi siswa benar-benar terasah, baik dari sisi teknis maupun soft skill seperti kerja tim, komunikasi, dan manajemen usaha,” tutupnya. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *