Musrenbang RPJMD 2025–2029 Digelar, Pemkab Bandung Barat Fokus Tuntaskan Kemiskinan, Infrastruktur, dan Pendidikan

TEROPONG INDONESIA, KBB,- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029, bertempat di Hotel Novena, Jalan Dr. Setiabudi, Lembang, pada Senin (26/5/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat, termasuk Wakil Bupati KBB, Forkopimda, Ketua DPRD KBB, Ketua Pengadilan Balai Bandung, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, mantan Bupati Aa Umbara, anggota Komisi III DPRD KBB, camat, kepala desa, tokoh agama, serta tokoh pemuda.

Dalam pemaparannya, Kepala Bappelitbangda KBB R. Eriska Hendrayana menyampaikan bahwa Musrenbang ini bertujuan untuk menjaring saran dan masukan terhadap rancangan RPJMD, yang menjadi arah pembangunan lima tahun ke depan. Ia menekankan bahwa dokumen RPJMD 2025–2029 diarahkan untuk mewujudkan Bandung Barat yang Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis (AMANAH).

“Banyak pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama. Maka dari itu, pembangunan lima tahun ke depan harus lebih inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Eriska membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi Kabupaten Bandung Barat saat ini, di antaranya:

Angka kemiskinan: Masih di angka 10,49 persen, lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Jawa Barat.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Mencapai 70,77 poin

Pertumbuhan ekonomi: Mengalami perlambatan sebesar 0,06 persen pada tahun 2024.

Tingkat pengangguran terbuka: Sebesar 6,70 persen.

Pendapatan per kapita: Naik menjadi Rp32,5 juta.

Infrastruktur jalan kabupaten: Dalam kondisi baik baru mencapai 54,61 persen, sisanya sekitar 294,1 km masih perlu perhatian.

Rumah tidak layak huni: Tersisa 13.032 unit, dan kebutuhan rumah baru diproyeksikan mencapai 480.822 unit pada 2025.

Kebutuhan ruang kelas: Diperkirakan pada 2030 akan dibutuhkan 6.566 ruang kelas SD dan 2.813 ruang kelas SMP.

Sektor kesehatan juga turut menjadi sorotan, dengan penekanan pada peningkatan sarana dan tenaga medis agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa Musrenbang ini merupakan momen strategis untuk menyelaraskan visi dan misi pembangunan daerah dengan arah kebijakan provinsi dan nasional.

“RPJMD ini harus menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Kita harus mengoptimalkan seluruh potensi, baik dari APBD, APBN, maupun CSR,” tegas Jeje.

Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap program “Jawa Barat Istimewa” yang diusung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta program nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan Berita Acara Musrenbang RPJMD Kabupaten Bandung Barat Tahun 2025–2029, sebagai bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan yang terarah, inklusif, dan berkelanjutan. (Diskominfotik KBB).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *