(TEROPONG INDONESIA), Menurut Kasi Penyelenggara Haji & Umrah Kemenag Kabupaten Bandung, H. Dudi Suryadarma, S.Ag., M.A. Kuota jemaah haji Kab. Bandung untuk musim haji tahun 1446 H./2025 M. berjumlah 2564 orang, ada sedikit penurunan dibanding tahun sebelunmnya yang lebih dari 2570 orang. Hal ini antara lain dikarenakan ada kuota pembimbing KBIH yang bertambah, sehingga mengurangi kuota jemaah.
Dari jumlah tersbebut, terbagi ke dalam tujuh kelompok terbang (keloter), dua keloter di gelombang pertama, dan lima keloter lagi di gelombang kedua ujarnya.
Menurut H. Dudi, Kab. Bandung pada tahun ini diberi kehormatan masuk keloter pertama Jawa Barat Embarkasi Kertajati (KJT), yang alhamdulillah gelombang pertama koloter satu sudah berangkat pada 2 Mei lalu. Kemudian pada 9 Mei berangkat lagi keloter tujuh, mengakhiri Embarkasi Kertajati (KJT) untuk gelombang pertama. Selanjutnya, nanti keloter 13, 18, 22, 27, dan 28 masuk gelombang ke dua.
Untuk tahun 2025, semua jamaah haji dari Kab. Bandung masuk ke Embarkasi Kertajati (KJT). Pada tahun 2024 masih terbagi dua, ada tiga keloter yang ke Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) dan lima keloter ke Embarkasi Kertajati (KJT) ujarnya.
Lebih lanjut H. Dudi juga menjelaskan, bahwa jemaah haji dari Kab. Bandung tahun ini, lebih banyak jumlah jemaah haji perempuan dari pada jemaah laki-laki, jemaah tertua yang akan berangkat berusia 98 tahun, dan termuda 27 tahun, pelimpahan dari orang tuanya yang meninggal dunia, dengan rata-rata usia jemaah di atas 60 tahun (lansia).
Jemaah haji yang diberangkatkan pada tahun ini rata-rata pendaftar tahun 2014. Dari jumlah kuota 2564 itu, ada kuota khusus untuk lansia sebanyak 135 orang, yang diberangkat sekarang usia lansia itu mulai dari usia 81 tahun ke atas; Walaupun sebetulnya lansia itu berkisar dari 60 tahun ke atas tuturnya.
Dalam upaya mengantisipasi agar terjaganya kesehatan para lansia, dari awal mereka sudah diarahkan untuk pemeriksaan kesehatan, kemudian pemeliharaan kesehatannya kita pandu, berkerjasama dengan dinas kesehatan. Dan kita terus memantau melalui pergerakan yang sekarang sudah berada di Madimah melelui ketua keloter, dan alhamdulillah pada sehat semua.
Kami mohon do’a dari masyarakat Kab. Bandung khususnya, dan umumnya dari seluruh masyarakat Indonesia agar seluruh jamah kita senantiasa pada sehat wal afiat, dilancarkan dalam ibadahnya, terpenuhi seluruh syarat, rukun, dan wajibnya. Kemudian mereka dalam kondisi selamat bisa kembali pulang lagi ke tanah air nantinya, serta menyandang haji yang mabrur dan mabruroh, harapnya.
H. Dudi juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada insan pers yang telah mengawal proses ini, kita bersinergi semata-mata untuk memaksimalkan pelayanan kepada para calon jemaah haji.
Jemaah Cadangan
Kasi Penyelenggara Haji & Umrah Kemenag Kabupaten Bandung juga memberikan penjelasan seputar,diadakan jemaah cadangan yang berada di angka 30 persen, atau sekitar 700 orang, untuk mengantisipasi apabila kuota kursi murninya tida terpenuhi, maka kita akan mengabil dari cadangan berdasarkan nomor urut secara otomatis. Misalnya apabila ada yang tidak masuk karena meninggal, maka nomor diatasnya turun secara otomatis berdasarkan sistem, jadi tidak ada yang langsung kecuali jadi mahram.
Kalau untuk jadi mahram, baru daftar lima tahun juga secara aturan sudah bisa ditarik, misalnya ditarik untuk menjadi mahram dari saudara kandung ujar Dudi. Karena secara regulasi ada pendamping lansia, pendamping disabilitas dan ada mahram.
Manasik Mandiri
Untuk yang tidak bergabung dengan KBIH ada manasik mandiri, pada tahun ini yang ikut manasik mandiri ada 98 orang, mereka kita beri bimbingan manasik, kemarin ada lima kali pertemuan, mereka juga diikutsertakan di tingkat KUA yang tidak berbayar.
Demi kelancaran pelaksanaan perjalanan ibadah haji, kami siapkan petugas haji, meliputi lima orang ketua keloter, empat orang pembimbing ibadah, dibantu oleh TKHI dan PHDI, baik itu PHDI dari kabupaten maupun PHDI dari provinsi. Jadi setiap keloter itu didampingi oleh delapan petugas.
Mengenai standar pelayanan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini pada dasarnya sama dengan tahun sebelumnya, hanya dalam jumlah pendamping dari petugas kesehatan saja sekarang ada pengurangan. Dulu didampingi tiga petugas kesehatan, satu dokter dua paramedis, sekarang hanya dua. Bahkan pada awalnya pihak Arab Saudi hanya mengizinkan jumlah petugas kesehatan itu hanya satu persen, jadi petugas kesehatan hanya satu orang, tetapi setelah Menag mengadakan negosiasi dengan pihak Arab Saudi dan akhirnya pihak Arab Saudi mengizinkan petugas kesehatan menjadi dua persen, maka petugas kesehatan ditambah menjadi dua orang, pungkasnya.
(Melinda Winsati)





