Sekum BKPRMI Jabar Bahas 4 Layanan Sosial Untuk Memakmurkan Masjid

Drs. H. Saeful Bahri M.Si Sekum BKPRMI Jabar

(TEROPONG INDONESIA)-, Bertambahnya jumlah masjid di tengah masyarakat, tak berbanding lurus dengan kemakmuran masjidnya. Lalu seperti apa upaya ideal untuk memakmurkan masjid tersebut?…

Sekertaris Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia /BKPRMI Provinsi Jawa Barat, Drs.H. Saepul Bahri M.Si mengungkapkan setidaknya ada 4 layanan umat yang perlu ada di masjid, di antaranya bagi orang yang sedang sakit, mereka yang kekurangan makanan, meninggal atau pengurusan jenazah & pernikahan.

“Misalnya kalau ada orang yang sakit, baik itu orangnya suka ke masjid atau tidak, maka harus ada perwakilan jama’ah yang menjenguk dan mendo’akan orang tersebut. Bisa saja melalui itu ada hidayah bagi anak-anak atau cucunya, bahkan orang yang sedang sakit setelah sembuh bisa jadi rajin ke masjid. Karena kepedulian langsung yang menyentuh hati”, jelasnya saat wawancara khusus di masjid Al Ihkwan Cingcin Soreang untuk halaman Mimbar Jum’at di Koransinarpagijuara.com mitra publikasi Teropongindonesian.com (19-7-2024)

Begitu juga dengan mereka yang dinilai paling rendah tingkat ekonominya. Sehingga perlu dibantu. Maka harus saling membantu, ya di antara syarat penerimanya harus ke masjid. Jadi konsepnya dari jama’ah masjid untuk jama’ah masjid. Misalnya mau bulan ramadhan, pihak jama’ah mengumpulkan makanan dan sumbangan. Lalu dibagikan ke jama’ah masjid yang layak dibantu untuk 10 hari pertama di bulan ramadhan, serta diprioritaskan untuk mendapatkan zakat sebelum Idul Fitri.

Selanjutnya layanan untuk mereka yang meninggal, harus disholatkan di masjid dan di antarkan jama’ah masjid hingga ke pemakamannya. Ada pidato atau sambutan hingga do’a bersama untuk jenazah tersebut.

Drs.H. Saeful Bahri M.Si menceritakan sebab ada jama’ah yang awalnya tidak ke masjid, lalu rajin ke masjid. Saat ditanya alasannya ?… karena khawatir nanti kalau meninggal tidak ada yang mengurusinya atau bahkan tidak disholatkan di masjid.

Dan yang terakhir layanan pernikahan di masjid. Pihak DKM menyiapakan alat pendukung ijab qobulnya, meja akad nikah, pengeras suara hingga MC atau pembawa acara untuk mengatur rangkaian pernikahannya. Targetnya bagi mereka yang menikah, karena memiliki kenangan terindah menikahnya di masjid, jadi terus ingat ke masjid, lalu tergerak hatinya untuk sholat di masjid.

“Intinya kalau dekat dengan masjid dan mengikuti pembinaan melalui kajian di masjid, Insha Alloh ada perbaikan dalam hidupnya,” ungkapnya ketua DKM Al Ikhwan yang saat ini sudah memimpin masjid selama 11 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *