(TEROPONG INDONESIA)-, Sebelum melaksanakan pembelajaran di sekolah dalam mengawali tahun ajaran 2024/2025. Siswa baru wajib mengetahui lingkungan dan warga sekolah seutuhnya. Hal itu berdasakan penetapan aturan Kementrian dan Dinas Pendidikan, bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) wajib dilakukan oleh sekolah, sebagai program wajib satuan pendidikan untuk siswa baru.
Pada MPLS tahun ini, SMKN 1 Soreang Kabupaten Bandung berupaya membangun kebiasaan siswa di sekolah seperti di lingkungan industri. Serta mengenalkan tentang pelaksanaan kurikulum merdeka.
Kepala SMKN 1 Soreang Kabupaten Bandung Heris Herdiyana S.Pd, M.M menjelaskan melalui MPLS tahun ini para siswa diarahkan untuk lebih mengenal tentang program keahlian yang diminati setelah diterima di SMKN 1 Soreang, lalu membentuk kebiasaan cara belajarnya, cara berpikir dan bersikap yang lebih dewasa.
“Adapun pihak luar sekolah yang diundang untuk mengisi MPLS ialah dari satgas PPA, Dinas Kesehatan, polisi di Satlantas, para narasumber menyampaikan tentang materi yang dikuasainya. Seperti pencegahan buliying, pelecehan seksual, sesuai arahan dari pemerintah provinsi Jawa Barat,” jelasnya kepada media cetak Koran SINAR PAGI & Majalah Sunda Mangle di ruang kerjanya (18/7/2024)
Menurutnya tahun ini ada 14 rombel / kelas untuk siswa baru yang diterima. Mereka tersebar di 6 program keahlian, mulai dari Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam, Teknik Elektronika, Teknik Jaringan Komputer & Telekomunikasi, Perhotelan dan tata boga.
Pihak SMKN 1 Soreang berharap melalui MPLS ini para siswa akan terbiasa melaksanakan pembelajaran yang kondusif dan aman. Serta para orang tua murid di rumahnya dapat terus memantau, membimbing atau mendukung untuk kesuksesan anaknya di masa depan.

Staf kesiswaan SMKN 1 Soreang, Ninda Nur Ismiati mengungkapkan di antara target MPLS ini ialah membangun kebiasaan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), lalu terbiasa mengawali dengan ijin bertanya atau menjawab saat dialog. Bersikap siap siaga, terbiasa dengan ketegasan, khusus jurusan teknik. Namun kalau untuk jurusan Tata Boga dan Perhotelan lebih diarahkan untuk memiliki karakter ramah.
Nida Nur Ismiati menyampaikan kedepannya para siswa akan melaksanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka yang isinya seputar profil pelajar Pancasila, projek-projek gabungan mata pelajar mewujudkan projek untuk gelar karya setiap 3 bulan sekali. Baik melalui audio visual, kinestetik dan karya atau cara lainnya. Dilaksanakan secara perkelompok sesuai dengan keminatan siswa, misalnya dengan cara mempresentasikan materi melalui konten lewat media sosial atau membuat konsep pakai canva, sesuai minat belajar.
“Sedangkan untuk guru menjalankan asesmen untuk menentukan metode belajar bagi siswanya dan memanfaatkan aplikasi yang sudah ada sebagai upaya memaksimalkan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka,” ucapnya.





