(TEROPONG INDONESIA)-, Tidak semua umat islam di Indonesia ditakdirkan untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2024. Kalaupun sudah ada niat, mereka harus mengantri puluhan tahun, memiliki bekal yang cukup dan fisik yang kuat untuk menjalankan ibadah tersebut.
Drs. H. Jaja Suharja M.Si Wakasek Bidang Humas SMAN 1 Banjaran Kabupaten Bandung mengungkapkan “Alhamdulillah saya bisa kembali lagi ke tanah air, awal mula berangkat untuk menjalankan ibadah haji pada tanggal 21 khusus kloter 11 dari Kabupaten Bandung. Setelah sekitar 40 hari di sana baru kembali ke Indonesia” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online Koran SINAR PAGI mitra publikasi Tabloid TEROPONG INDONESIA di ruang kerjanya, setelah selesai menjalankan ibadah haji.
Menurutnya perjalanan ibadah haji begitu menyenangkan, meskipun harus menunggunya lama lebih dari 11 tahun. Daftar 2013 baru berangkat 2024.
“Perjalanan ke sana merupakan pengalaman yang pertama dan saya ingin kembali lagi ke sana, meskipun kurang lebih 40 hari di sana, masih terasa tetap betah. Yang paling menarik ibadah di Masjidil Haram yang terletak di kota suci Makkah dan Masjidil Nabawi terletak di kota Madinah. Barangkali kalau mau bener-bener khusyu harus juga ibadah umroh, karena pada saat ibadah haji terlalu banyak umat islam se dunia yang ke sana”, ungkapnya.

Drs. H. Jaja Suharja M.Si juga menceritakan pengalaman sholat jum’at di sana. Kalau kita berangkat jam 9 untuk jum’atan, maka hanya kebagian di lantai 3. Kalau di lantai 1 barangkali harus sejak subuh di Masjid.
Selain itu, bertemu umat islam antar negara. Ada pengalaman yang sangat mencengangkan karena melihat orang-orang luar negeri itu, kesanya tidak ada tata krama. Misalnya saat jalan ditengah orang yang sedang sholat hampir langsung ke injek-injek kepala orang yang lagi sujud.
Selanjutnya saat berada di Arafah dan Mina itu menggambarkan kita di alam kubur, bahwa ruangan itu betul-betul sempit. Kami hanya disediakan kasur untuk tidur sekitar 48 cm, bantalnya sepotong bantal yang biasa dipakai di rumah. Satu tenda untuk satu kloter banyakan, sehingga begitu sangat berdempetan apalagi cuacanya panas. Tapi ada pendingin blower sehingga agak dingin.
Menurutnya untuk maksimalnya ibadah haji di sana. Yang perlu disiapkan fisik atau jasmani, karena banyak yang meninggal karena usia udah lanjut atau fisknya sudah lemah.
Karena suasana malam hari yang berbeda. Sholat magrib di sana jam 7 malam, kalau sholat isya jam 9 an malam. Jadi di sana itu 14 jam siangnya, kalau di kita 12 jam, selisih 2 jam. Bagian dari kekuasan Alloh Subhanahu wa Ta’ala mengatur siang dan malam.
“Walapun ada perbedaan suasana alam, tetapi fisik tetap stabil kalau niatnya sudah ikhlas”,ucapnya





