Program Pengabdian
Dalam konteks ini, pondok pesantren bisa mengasah kompetensi pengamalan ilmu agama di masyarakat dengan program pengabdian masyarakat. Progam tersebut sudah diterapkan di beberapa pondok- pondok pesantren besar.
SANTRI sebagai orang yang berilmu mendapat kewajiban untuk menyampaikan ilmu walau sedikit. Allah mengancam orang yang menyembunyikan ilmu yang diketahuinya, seperti ditegaskan dalam al-Quran:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلْنَا مِنَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَٱلْهُدَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا بَيَّنَّٰهُ لِلنَّاسِ فِى ٱلْكِتَٰبِ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ يَلْعَنُهُمُ ٱللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ ٱللَّٰعِنُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.” (Al-Baqarah: 159).
Melalui ayat tersebut, Allah mewajibkan bagi orang berilmu untuk mengajarkan kepada manusia tentang ajaran-ajaran Islam yang telah diketahuinya meski hanya satu ayat. Setiap orang yang mengetahui sesuatu tentang ajaran Islam, maka dia adalah orang berilmu. Ada kewajiban untuk menyampaikannya kepada orang yang tidak mengetahuinya.
Karena itu, dengan melatih SANTRI untuk berdakwah sejak dini tentu akan mendorong santri lebih terbiasa mengamalkan dan mengajarkan ilmunya dalam kehidupan bermasayarakat. Untuk berdakwah kepada masyarakat tak cukup didasari penguasaan materi kitab kuning atau al-Quran secara tekstual. Tetapi, juga diperlukan sikap ikhlas, sabar, dan pengorbanan diri demi tanggung jawab terhadap keilmuan seorang santri. Hal tersebut hanya akan didapatkan jika seorang SANTRI mengikuti program pengabdian masyarakat.
Dengan progam pengabdian masyarakat, seorang santri akan memperdalam dan mengasah keilmuan yang telah didapat di pesantren. Kebanyakan orang beranggapan bahwa SANTRI yang mengabdi akan kehilangan banyak waktu dan kesempatan untuk belajar, karena disibukkan dengan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
Hal ini keliru. Justru, dengan mengabdi di masyarakat, justru memberikan kesempatan besar bagi SANTRI meningkatkan kemampuannya dan kesiapannya bila tiba waktunya mengabdi di masyarakat.
Sebab, SANTRI yang menjalani program pengabdian akan mendapatkan pengalaman mengajar yang berharga. SANTRI pengabdian yang diberikan tugas mengajar di masyarakat tentu akan mempelajari berbagai teknik mengajar yang efektif dari para seniornya yang telah lebih dulu berpengalaman mengajar anak-anak atau para orang dewasa. Pengalaman ini tentunya akan menjadi bekal SANTRI untuk menjadi seorang pendakwah yang profesional.





