Manfaatkan Hibah DRTPM Kemendikbudristek, IDE LPKIA Bandung Gelar PMP di Desa Lamajang Kabupaten Bandung

Tim dosen serta mahasiswa Institut Digital Ekonomi (IDE) LPKIA Bandung, program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) kali ini dilaksanakan di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

TEROPONG INDONESIA – Pemerintah melalui Departemen Layanan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) kembali bersinergi dengan akademisi untuk mengimplementasikan percepatan pembangunan daerah/masyarakat.

Berkolaborasi dengan tim dosen serta mahasiswa Institut Digital Ekonomi (IDE) LPKIA Bandung, program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) kali ini dilaksanakan di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Dalam PMP Hibah DRTPM Kemendikbudristek tahun 2023 ini, dosen dan mahasiswa IDE LPKIA Bandung ini memberikan pelatihan perluasan pemasaran produk Biofok berbasis digital.

Baca Juga : Ciptakan Atmosfer Akademik bagi Mahasiswa dan Dosen, LPPM USB Gelar Seminar Nasional SoBAT Edisi ke-5

Ketua Pelaksana, Rikky Wisnu Nugraha., S.T., M.Kom mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi oleh masyarakat yang berada di Desa Lamajang serta yang telah memiliki usaha adalah keterbatasan penggunaan teknologi, media digital dalam perluasan pemasaran produk yang dimilikinya.

“Selain itu masyarakat pemilik usaha kurang memahami mengenai pentingnya legalitas usaha yang dimilikinya,” sebutnya.

Guna membantu mengatasi permasalahan tersebut, terang Rikky, tim pengabdian masyarakat IDE LPKIA berkomitmen untuk berperan aktif dalam memberikan sumbangsih pengetahuan sesuai dengan bidang ilmu melalui pengabdian kepada masyarakat di Desa Lamajang untuk periode bulan Mei hingga Desember 2023.

“Tujuan dari Pengabdian Masyarakat Pemula ini para dosen dan mahasiswa harus mampu mengidentifikasi masalah yang ada di Desa Lamajang khususnya di mitra Saung Abah Ambu,” paparnya.

Rikky menuturkan, pasca melaksanakan inisiasi dan persiapan awal pada 15 Agustus 2023 lalu, program Pengabdian Masyarakat Pemula ini akhirnya terealisasi dengan tema yang diusung ‘Pelatihan Perluasan Pemasaran Produk Biofok Berbasis Digital’.

“Tujuan utamanya untuk memberikan kontribusi positif dampak penggunaan teknologi untuk pemasaran produk yang diharapkan mampu memajukan ekonomi masyarakat Desa Lamajang,” tuturnya.

Baca Juga :  Didukung SDA yang Memadai, PKM USB YPKP Bandung Jajaki Potensi Budidaya Ikan Koi di Desa Cibubuan Sumedang

Rikky mengungkapkan, program ini dilaksanakan secara kolaborasi antara dosen dan mahasiswa selama kurang lebih 8 bulan.

Baca Juga : Didukung SDA yang Memadai, PKM USB YPKP Bandung Jajaki Potensi Budidaya Ikan Koi di Desa Cibubuan Sumedang

“Kegiatan ini dirinci menjadi tiga aktivitas pelatihan, sebagai pemateri pertama dosen yang aktif membuat content creator adalah bapak Bakti Bestin.,M.Pd, pada 15 Agustus 2023,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rikky menjelaskan, tema yang diberikan berkaitan pemasaran digital, dengan harapan para peserta bisa memahami pentingnya pemasaran digital saat ini.

“Mereka juga diajarkan bagaimana membuat konten dan akun seperti Instagram, tiktok dan facebook,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk pemateri kedua yakni ibu Ervie Nurafifah., SE., MAB. Selain seorang dosen, pemateri kedua ini merupakan pengusaha muda berbasis digital.

“Pada tanggal 23 dan 29 Agustus 2023 ibu Ervi memberikan pemahaman mengenai pengelolaan administrasi dan legalitas usaha,” ujarnya.

Para peserta didorong mampu mengelola administrasi serta pentingnya legalitas usaha. Kemudian, peserta juga diajarkan secara langsung cara pengelolaan administrasi keuangan dan bagaimana cara mendaftar legalitas usaha.

“Ada 13 peserta yang hadir dalam kegiatan ini dan mereka merupakan mitra dari saung abah ambu,” ucapnya.

Dengan Program kolaborasi pemerintah, dosen, mahasiswa serta masyarakat dengan tema Pemasaran Produk Biofok Berbasis Digital di Desa Lamajang, Rikky berharap masyarakat dapat memasarkan produk apapun dengan menggunakan teknologi digital saat ini.

Baca Juga : ABPPTSI Jabar dan Rektor USB YPKP Bersama FWP Jabar Tanggapi Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023

“Dengan demikian, ekonomi masyarakat Desa Lamajang bakal terus tumbuh dan berkembang,” tandasnya.

Tak hanya itu, sambung Rikky menambahkan, tujuan luar program ini adalah publikasi pada jurnal pengabdian masyarakat bereputasi SINTA, hak kekayaan intelektual (HAKI).

Baca Juga :  Kolaborasi dengan Kemendikbudristek, Menpora Dito Kick Off Program SMASH dan WiraMuda Academy

“Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat hubungan antara sivitas akademik dan masyarakat,” bebernya.

Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah memberikan kesempatan untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat melalui hibah yang diberikan.

“Semoga program pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Terima kasih telah mempercayakan kami untuk melaksanakan program ini,” tutupnya.

Sekadar informasi, Desa Lamajang merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Pangalengan dengan luas 4016,091 hektare yang terbagi atas 1001 hektare lahan pertanian, 2006 hektare lahan pemukiman, 4 hektare kolam dan 2.145 hektare merupakan fasilitas desa lainnya.

Desa Lamajang memiliki penduduk sebanyak sebanyak 13.869 yang terdiri dari 4.824 kepala keluarga (KK). Dari sisi ekonomi warga Desa Lamajang ini 47 persen sudah bekerja, 30 persen usia produktif tidak bekerja, sedangkan sisanya adalah lansia dan anak-anak.

Baca Juga : Bupati Kebumen Bersama Universitas Terbuka Purwokerto Bagikan Beasiswa Untuk Guru PAUD & Lulusan SLTA

Dari 47 persen tersebut hanya sebesar 0.03 persen warga yang berprofesi sebagai peternak dan 0,06 persen sebagai buruh ternak.

Selain peternakan, Desa Lamajang sendiri memiliki keunggulan dalam sektor pertanian dikarenakan memiliki kualitas air yang sangat baik.

Namun dalam catatan hanya sebanyak 1.65 persen yang berprofesi sebagai petani. Sedangkan, untuk buruh taninya sebesar 5.50 persen. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *