Daerah Yang Kemiskinannya Tinggi Pertanda Program Pendidikannya Tidak Berhasil

Teropong Indonesia (Banyumas)-, Masih dalam rangkaian memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan untuk memperjelas arah pemahaman peningkatan mutu pendidikan pada Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), 833 Guru, Kepala Sekolah (KS), dan Pengawas Sekolah (PS) dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA ikuti Seminar Nasional. Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dengan mengusung Tema “Quo Vadis Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Implementasi Kurikulum Merdeka”

Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein yang hadir sebagai keynote speaker menuturkan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan salah satu trobosan untuk meningkatkan sumber daya manusia. Karena menurutnya, berdasar data yang ada, kemiskinan itu berbanding lurus dengan tingkat pendidikan atau sumber daya manusia yang masih rendah.

“Dari data dan fakta, kemiskinan berbanding lurus dengan pendidikan. Tidak cukupnya pendidikan menyebabkan langsung atau tidak langsung jadi miskin. Daerah mana yang kemiskinannya tinggi, maka pendidikannya tidak berhasil. Artinya kalau ingin entaskan kemiskinan, maka pendidikannya harus berhasil. Maka dalam hal ini, salah satu trobosannya adalah melalui Kurikulum Merdeka,” jelas Bupati Achmad Husein.

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UM), Prof. Dr. Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep., mengatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas merupakan mitra utama dan juga mitra terbaik. Ia memastikan kegiatan di UMP nyaman, karena Banyumas merupakan tempat yang sangat kondusif untuk pengelolaan pendidikan tinggi. Ia sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kinerja terbaik Bupati Banyumas.

“Dinas Pendidikan merupakan mitra utama dan terbaik kami. Selamat datang di UMP, nikmati kegiatan di UMP, kampus insan pendidikan. Jangan ragu untuk adakan kegiatan di UMP. Kegiatan di sini banyak diskon. Untuk Bang Jack, untuk Dinas Pendidikan gratis. Terima kasih Pak Bupati atas kinerja Bupati Banyumas sangat luar biasa. Banyumas tempat yang sangat nyaman dan kondusif untuk pengelolaan pendidikan tinggi,” ungkap Rektor UMP.

Baca Juga :  Alhamdulillah SMAN 1 Banjaran Miliki 2 Masjid

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Joko Wiyono, M.Si, saat menyampaikan laporan kegiatan seminar menuturkan akan ada dua manfaat yang diperoleh peserta dari kegiatan seminar, yakni 1) pengayaan kognitif, 2) nuansa baru berkenaan dinamika dan situasi penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka. Menurutnya peningkatan mutu pendidikan yang salah satunya melalui kegiatan seminar yang terselenggara tak terkepas dari kinerja dan dukungan dari Bupati Banyumas yang sangat luar biasa.

“Terima kasih Pak Bupati yang sangat luar biasa untuk komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dukungan dan support terhadap rangkaian peringatan Hardiknas tahun ini dari Pak Bupati juga sungguh luar biasa. Rangkaian kegiatan peringatan Hardiknas diantaranya ada Peringatan Upacara Hardiknas, Sarasehan/Seminar, Gebyar PAUD, Gebyar Inklusi, Lomba Mural, Lomba Melukis, Lomba Mewarnai, Gebyar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Pameran Buku, Jalan Sehat dan Dondor Darah, dan Puncak Malam Resepsi pada tanggal 31 Mei 2023 ada pergelaran Wayang Kulit. Terima kasih pak Bupati,” ungkapnya.

Joko Wiyono menambahkan pada seminar kali ini, pihaknya menghadirkan pemateri yaitu Aswin Wihdiyanto, S.T., M.A Plt.Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dan Prof. Drs. Ahmad, M.Pd., Ph.D Guru Besar Bidang Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *