Religi  

Berpuasa & Menjadikan Hati Sebagai Pengendali

TEROPONG INDONESIA-, Menjalankan ibadah puasa dan menjadikan isi hati sebagai sumber dari referensi untuk memutuskan sesuatu akan mengantarkan manusia memasuki Surga Ar Rayyan. Hal itu menjadi bahasan tema khotib jum’at di Masjid Wyata Guna, Jl Pajajaran 50-52 Kota Bandung (22/3/2024)

Ustadz Usman Khotib Jum’at di masjid Wyata GunaBandung mengungkapkan bahwa dengan berpuasa manusia akan lebih peka terhadap kondisi lingkungan sosialnya. Mereka akan meraskan bagaimana rasanya atau derita dari kelaparan. Sehinga akan lebih peka terhadap orang sekitar.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Tidaklah beriman kepadaku orang yang kenyang semalaman sedangkan tetangganya kelaparan di sampingnya, padahal ia mengetahuinya.” (HR At-Thabrani).

Selain ibadah puasa yang cenderung dipenuhi dengan menahan hawa nafsu. Menjadikan isi hati sebagai sumber dari referensi untuk memutuskan sesuatu akan mengantarkan manusia memasuki Surga Ar Rayyan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan menanyakan pada suara hatinya, apakah perbuatan yang akan dilakukan atau telah dilaksanakan bernilai dosa ataukah tidak. Suara hati itu penting tatkala dalam keadaan gundah gulana dan belum menemukan bagaimanakah hukum suatu masalah atau ingin mengetahui hasil dari apa yang diperbuat.

Nabi sempat memberi nasihat kepada umatnya agar menjadikan isi hati sebagai landasan memutuskan tentang perbuatan yang bernilai dosa atau tidak.

الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِى الصَّدْرِ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ

Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan jiwa dan menentramkan hati. Sedangkan kejelekan dosa (sesuatu yang engkau tidak ingin orang lain mengetahuinya) selalu menggelisahkan jiwa dan menggoncangkan hati

Menurutnya orang yang memiliki kedua amal tersebut (berpuasa dan menjadikan hati sebagai pengendalinya) akan dibalas Alloh dengan ganjaran surga Ar-Royyan.

Berdasarkan sabda Nabi: “Sesungguhnya di Surga ada delapan pintu, salah satu pintunya disebut dengan Ar-Rayyan, pintu tersebut tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang berpuasa”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *