Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiyatmoko, S.PWK., S.H., M.H., menegaskan pentingnya menjaga eksistensi seni dan budaya daerah di tengah derasnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kemajuan zaman tidak boleh menjadi alasan bagi generasi muda untuk meninggalkan identitas dan warisan budaya bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Wahyu saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan Pasanggiri Kesenian Kebudayaan Jawa Barat (KKJN) ke-7 Kota Cimahi, Minggu (8/11/2026).
Dalam sambutannya, Wahyu mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Pasanggiri KKJN yang telah memasuki tahun ketujuh. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda perlombaan, melainkan bagian dari upaya nyata menjaga keberlangsungan kesenian dan kebudayaan daerah agar tetap hidup serta dikenal lintas generasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cimahi atas dukungan yang diberikan melalui Piala Bergilir Wali Kota Cimahi sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap pelestarian kebudayaan.
Mengusung tema “Generasi Muda dan Warisan Nusantara Menjaga Seni Budaya di Era Dahsyatnya Kemajuan Digital”, Pasanggiri KKJN ke-7 dinilai relevan dengan tantangan kebudayaan saat ini, ketika generasi muda semakin lekat dengan perangkat digital dan kemudahan mengakses berbagai budaya dari berbagai belahan dunia.
Wahyu mengingatkan, derasnya arus informasi dan pengaruh budaya luar harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai budaya lokal. Jangan sampai generasi muda lebih mengenal budaya asing, tetapi justru kehilangan kedekatan dengan kesenian dan tradisi daerahnya sendiri.
“Di tengah kemajuan zaman dan perkembangan teknologi digital, kita harus tetap menjaga serta mempertahankan budaya asli Nusantara agar tidak tergerus oleh modernisasi,” tegasnya.
Menurut Wahyu, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial atau perlombaan tahunan. Dibutuhkan keterlibatan berkelanjutan dari pemerintah, komunitas seni, lembaga pendidikan, keluarga, hingga generasi muda agar warisan budaya tetap memiliki ruang tumbuh di tengah perubahan zaman.
Ia pun berharap Pasanggiri KKJN ke-7 dapat menjadi ruang aktualisasi sekaligus wadah regenerasi bagi para pelaku seni, khususnya kalangan muda, untuk mengembangkan kreativitas, menunjukkan kemampuan, dan membangun kecintaan terhadap kebudayaan daerah.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya mengenal seni dan budaya Sunda, tetapi juga memiliki komitmen untuk menjaga, mengembangkan, serta mewariskannya kepada generasi selanjutnya.
Wahyu menilai, kemajuan teknologi semestinya dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperluas promosi dan memperkenalkan kesenian daerah kepada masyarakat yang lebih luas, bukan justru menjadi ancaman bagi keberadaan budaya lokal.
Dengan demikian, pelestarian seni dan budaya harus berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. Identitas budaya daerah perlu tetap dipertahankan, sementara kreativitas generasi muda harus terus diberi ruang untuk membawa warisan Nusantara semakin dikenal.
Penyelenggaraan Pasanggiri KKJN ke-7 diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama bahwa seni dan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas dan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga keberlangsungannya. (Gani Abdul Rahman)





