TEROPONG INDONESIA,KBB– Kreativitas pengrajin lokal di Kabupaten Bandung Barat masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga pemasaran.
Salah satunya dirasakan Dadang Heru, pengrajin yang mengembangkan berbagai karya berbahan bambu dan kayu di Kampung Kebon Kelapa RT 04/RW 01, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang.
Dadang mengaku hingga kini usaha kerajinan yang digelutinya belum mendapatkan dukungan yang maksimal dari pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Berbagai produk kerajinan telah dibuat Dadang dengan mengandalkan kreativitas dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Di antaranya karya berbentuk ayam, harimau, hingga burung garuda yang seluruhnya dibuat menggunakan bahan bambu.
Selain kerajinan bambu, Dadang juga membuat sejumlah produk berbahan kayu mahoni, seperti gitar dan pot bunga. Sementara sejumlah aksesori lainnya memanfaatkan limbah kayu yang diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi.
Tidak hanya itu, Dadang juga memiliki keterampilan membuat sepatu berbahan kulit. Menurutnya, potensi kerajinan sepatu di Bandung Barat sebenarnya cukup besar. Saat ini terdapat sekitar 70 pengrajin sepatu yang tersebar di wilayah Bandung Barat.
Namun, keterbatasan modal dan pemasaran menjadi salah satu kendala utama yang membuat para pengrajin kesulitan mengembangkan usahanya.
“Karena tidak ada modal dan pemasaran kurang baik, banyak pengrajin akhirnya memilih menjadi pedagang sayur atau buruh bangunan,” ungkap Dadang.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir memberikan dukungan nyata kepada para pelaku UMKM, baik melalui bantuan permodalan, pelatihan peningkatan kualitas produk maupun membuka akses pemasaran yang lebih luas.
Dadang berharap keberadaan para pengrajin lokal tidak hanya dipandang sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai bagian dari potensi ekonomi kreatif dan pariwisata Bandung Barat.
Ia menilai karya-karya berbahan bambu dan hasil kerajinan lainnya dapat menjadi daya tarik wisata apabila mendapatkan pembinaan dan ruang promosi yang memadai.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah melalui program UMKM. Selain membantu meningkatkan kesejahteraan pengrajin, karya-karya ini juga bisa membantu meningkatkan pariwisata Bandung Barat,” ujarnya.
Dadang juga berharap perhatian terhadap karya seni dan kerajinan lokal semakin ditingkatkan. Terlebih, menurutnya, pemerintah provinsi juga tengah mendorong agar karya seni dan kreativitas masyarakat dapat lebih banyak dimunculkan dan dikembangkan, termasuk karya yang menggunakan bahan bambu.
Dengan dukungan pemerintah, para pengrajin berharap produk lokal Bandung Barat dapat semakin dikenal, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.Pungkas Nya.*





