TEROPONG INDONESIA – Warga di lingkungan sekitar SMKN 1 Cimahi, tepatnya di wilayah RT 08/05 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan merasa sangat terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh pengoperasian pengeras suara atau sound system saat kegiatan gladi bersih sekolah tersebut.
Keluhan ini bukan sekadar soal suara yang keras, tetapi juga dampak getaran yang ditimbulkan yang dinilai jauh lebih mengganggu dibandingkan acara biasa.
Apalagi kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam dan mengganggu ketenangan istirahat serta kenyamanan hunian warga setempat.
Ketua RT 08/05, Hendra mengungkapkan kekhawatirannya dan menyoroti lemahnya proses koordinasi yang dilakukan oleh pihak sekolah.
Ia mengaku baru menerima konfirmasi perizinan melalui pesan singkat WhatsApp pada sore hari, padahal kegiatan tersebut sudah dijadwalkan berlangsung keesokan paginya.
Ketidaktahuan akan potensi kebisingan yang luar biasa membuatnya sempat menduga bahwa acara tersebut hanyalah prosesi wisuda biasa yang tidak akan menimbulkan gangguan berarti, namun kenyataan di lapangan jauh berbeda dari dugaan awal.
“Kalau masalah perizinan via WhatsApp dari pihak sekolah yang baru konfirmasi tadi sore, padahal acaranya besok pagi,” kata Hendra, Senin (29/6/2026).
“Saya kira acara wisuda biasa, ternyata suaranya sangat mengganggu dan getarannya terasa hingga ke rumah warga,” ungkapnya.
Menyadari bahwa kegiatan sekolah tersebut tidak mungkin dihentikan secara sepihak, Hendra menekankan pentingnya perbaikan tata cara komunikasi dan kesepakatan dengan lingkungan sekitar.
Ia meminta agar pihak sekolah tidak hanya sekadar mengurus administrasi perizinan, tetapi juga melakukan sosialisasi dan komunikasi yang masif kepada warga jauh sebelum acara dimulai.
Menurutnya, hal ini sangat diperlukan agar kesepakatan mengenai batas ketinggian suara dan waktu pelaksanaan dapat disepakati bersama, sehingga tidak menimbulkan gesekan sosial dan keresahan yang meluas di tengah masyarakat.
“Langkah yang harus dilakukan adalah koordinasi yang lebih baik. Warga meminta agar suara sound system tidak terlalu keras karena getarannya sangat mengganggu,” ujarnya.
“Jangan hanya memberi kabar mendadak, tapi komunikasikan secara terbuka agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” tegasnya.





